Posted by: katakataono | July 2, 2011

cerita sang fakir wifi

Kereta membawa saya meninggalkan stasiun Den Haag Centraal. Jadwal hari ini adalah mengunjungi beberapa kawan lama yang sedang menyelesaikan studi PhD di Utrecht University.

Saya suka duduk dikereta ini, karena menyediakan fasilitas wifi gratis buat penumpangnya. Iya, wifi yang bisa dipakai untuk internetan sepuasnya sepanjang perjalanan dari Den Haag ke Utrecht. Sejak berangkat, saya tidak henti-hentinya mengupdate status di twitter, berkomunikasi dengan kawan di Indonesia via yahoo messenger dan mengunduh foto via facebook dari telepon selular saya.

Sungguh indah dan mudah hidup saya kalau kereta di Indonesia juga menyediakan fasilitas yang sama. Ah, barangkali mimpi ini baru akan terwujud minimal 5 tahun lagi. Paling tidak jadwal yang teratur dan tepat waktu jadi harapan yang terdekat dulu untuk bisa diwujudkan.

Coba bayangkan, sekarang manusia tidak lepas dari budaya online. Wifi gratis ini memudahkan orang yang narsis dan selalu ingin terdepan mengabarkan keberadaannya kepada dunia jadi lebih mudah. Dan yang terpenting selain gratis adalah kecepatannya yang super cepat. Ah saya memang mudah diberikan kesenangan di sini.

Saya jadi ingat sebuah artikel yang pernah jadi perbincangan peserta kompetiblog tentang masyarakat Belanda yang tercatat sebagai penduduk yang paling berbahagia di dunia ini. Fasilitas yang disediakan pemerintahnya juga tidak muluk-muluk kok. Bukan jalan toll yang lebar dan mahal menembus kota, bukan juga fasilitas pusat perbelanjaan yang mewah dan bisa dijangkau dekat dari rumah.

Hal kecil yang saya perhatikan adalah sistem transportasi yang memadai, salah satu jawabannya. Di Belanda semuanya terintegrasi, kereta, trem, airport, bis. Kebutuhan orang untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain adalah utama. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, maka saya tidak melihat kemacetan di Belanda. Bukan karena tidak banyak mobil, ngga juga, tapi fasilitas transport yang memadai, mudah dan terintegasi membuat orang mau menggunakan sistem transportasi.

Kok saya jadi berkhayal Jakarta dipenuhi orang yang bergerak menggunakan bus, kereta, trem dan sepeda ya? Pasti menyenangkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: