Posted by: katakataono | January 6, 2011

Jadi penyiar yang baik, sulitkah?

Banyak yang bilang, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Hanya saja perlu waktu untuk kita bisa mewujudkan hal-hal yang ingin dicapai dalam hidup. Sebuah kasus memunculkan perbincangan diantara beberapa kawan, tentang sulitnya menjadi seorang penyiar radio yang baik. Bukan menjadi penyiar radio yang sulit, tapi menjadi penyiar radio yang baik itu sulit sekali.

Memang, baik itu relatif, tergantung bagaimana kita mengukurnya. Saya mungkin hanya akan berkaca dari pengalaman pribadi, karena dari sanalah saya bisa memahami suatu konteks permasalah dari sebuah sudut pandang. Apa sih yang menjadikan seseorang dinilai baik sebagai penyiar menurut saya?

Teamwork

Posisi penyiar adalah profesi yang membutuhkan kerjasama sebuah tim. Seorang penyiar adalah bagian dari proses panjang sebuah program siaran radio bisa diterima oleh pendengarnya. Di sebuah jam siaran bisa terdiri dari lagu, iklan, insert, berita, kuis, interview, time signal, dan lain sebagainya. Dibelakang penyiar ada produser, reporter, operator, riset, music director, IT, finance, marketing dan lain sebagainya. Siaran yang baik adalah ketika kita bisa menggabungkan seluruh komponen yang ada dengan kerjasama dari semua pihak yang menjadi bagian dari proses yang panjang itu.

Planning
Jam siaran yang padat kadang bisa membuat penyiar tertekan, karena semua komponen harus diakomodir masuk di jam yang bersangkutan. Disinilah pentingnya sebuah perencanaan! Emang siaran perlu planning? Jangan salah, dalam 1 jam siaran, kita hanya punya 4 kuadran, yang membagi sebuah jam dalam 4×15 menit. Tiap radio punya pakem waktu tertentu untuk memutarkan satu hal. Contoh, setiap pergantian jam, ada jingle panjang yang harus diputarkan sebagai tanda Top of the Hour! Kemunculan jingle ini menjadi konsisten, sehingga lama-lama pendengar akan paham, tanpa perlu melihat jam ditangannya, jam telah berganti, dari sebuah jingle yang konsisten dipasang. Terlambat sampai 5 menit, yang berubah dalam satu jam bisa banyak sekali.

Kembali ke aspek perencanaan, setiap penyiar sebaiknya sebelum mulai siaran, dia sudah bisa membaca kondisi dan situasi yang akan terjadi paling tidak satu jam pertama siarannya. Berapa lagu yang akan diputar, berapa kali materi kata diucapkan, insertion dan sebagainya. Semuanya direncanakan detail per kuadran. Kenapa per kuadran? Karena akan jauh memudahkan hidup penyiar, mengingat iklan dibagi dalam 3 or 4 bagian slot.

Mungkin ini terdengar complicated, tapi bayangkan kalau dalam 1 jam, kita harus mempu menyajikan gabungan banyak hal. Ambil contoh di Iradio, dalam satu jam siaran bisa ada:

-Jingle panjang di setiap pergantian jam
-Insert lagu bagus
-Insert IFakta di menit 30
-Insert Cari Kerja/Pasar Bebas di kuadran 3
-Lagu klasik di menit 45
-Insert kuis (yang bisa memakan waktu lama karena terkait teknis interaksi dengan pendengar)
-Insert Minta 1 dapat 3 yang memakan 2/3 alokasi waktu dalam 1 kuadran
-Insert time signal adzan yang harus on air tepat di jam tertentu

Semua ini belum termasuk, lagu, spot iklan, adlibs, materi kata dan interview tamu.

Execution

Selain aspek perencanaan yang tepat, tentunya pada saat pelaksanaan akan jadi lebih mudah. Inilah bagian terberat dalam melaksanakan sebuah jam siaran. Penyiar harus mampu menentukan skala prioritas, ketika beberapa hal yang telah direncanakan sebelumnya terpaksa berubah. Perubahan bisa terjadi akibat:

-Reporter yang sulit dihubungi akibat gangguan sinyal, mengakibatkan waktu laporan yang lebih lama
-Pendengar yang tidak sesuai kriteria atau mencari seorang dengan jawaban yang paling tepat juga bisa mengakibatkan waktu pelaksanaan kuis molor

Beberapa masalah lain yang muncul, yang mengakibatkan perubahan dari rencana awal. Akan mudah bila kita bisa memundurkan waktu, tapi berkaca pada rencana per kuadran, maka hal ini akan jadi sulit. Penyiar yang baik adalah mereka yang mampu mengatasi perubahan rencana yang terjadi secara mendadak dan menyesuaikan ke dalam jam siarannya plus tetap mengikuti pakem-pakem yang ada.

Ada contoh ekstrim, misalnya kalau di kuadran 3 terjadi bom besar di Istana Negara, sementara menunggu IFakta berikutnya masih 50 menit lagi. Ada satu komponen breaking news yang harus masuk dalam format siaran, bagaimana penyiar mampu menjaga ritme siarannya agar iklan dan insert yang ada di kuadran 3 dan 4 tetap dapat mengudara?

Susah mengerti? Atau baru sadar ya kalau tugas menjadi penyiar radio itu tidak semata-mata suara bagus dan ngomong bagus?

Ah, tulisan ini hanya sebuah bentuk kepedulian seorang mantan penyiar yang ingin membagi pengalamannya. Saya belum menjadi penyiar yang baik, tapi paling tidak saya berharap tulisan ini bisa melahirkan penyiar yang baik lebih banyak lagi.


Responses

  1. Mantab kaaaakkkkkk!!!
    Setujuuu……๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

    Efek abis baca ini adalah…. aku ujug2 kangen ada di studio๐Ÿ™‚
    Pengen siaran ^__^

    • @Sitta: ayo siaran dari Korea!

  2. *acung jempol*.
    memang gak gampang lho buat penyiar utk menyatukan byk aspek dan mengemas dg baik supaya siarannya tetep “cantik”. Belom lagi masalah mood, gak peduli si penyiar abis diputusin, lagi berantem atau abis kena omel, bgitu Mic studio ON hrs tetap “terdengar” hepi di telinga pendengarnya ^^ .. eh tapiiii kalo td Ono bilang “baru sadar ya kalau tugas menjadi penyiar radio itu tidak semata-mata suara bagus dan ngomong bagus? ” aku setujuu..emang gak sekedar suara dan ngomong bagus, tapi ATTITUDE jg harus bagus lho..bukan begitu Kak??

    • @Mbee: tiap organisasi punya budaya masing-masing, sehingga banyak pihak memang harus saling menyesuaikan.๐Ÿ™‚

  3. Waw…ternyata rumit ya,,tapi seru,, ehmmm,,, jadi
    malu,,pernah ng0mel2 sndiri gara2 jarang dibacain kirim
    salamnya…hehe.. Sukses teruz bwt iradio..

    • thank you๐Ÿ™‚

  4. Waaah,ternyata gk gampang ya jadi penyiar.. Ehmmm jadi malu
    sendiri.. Pernah ngedumel gara2 gk dibacain kirim salah..ehmm,
    memang hrz bagi2 waktu yah.. Sukses trz bwt iradio…

  5. aku yakin suatu hari kamu akan kangen sama dunia siaran๐Ÿ™‚

  6. terima kasih,, artikel diatas relevan sekali dan cukup membuka wawasan saya ttg dunia seorang penyiar..!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: