Posted by: katakataono | May 23, 2009

Welkom in Nederland

Saya termasuk orang yang sering bermimpi bisa mendapatkan kesempatan dinas ke luar negeri. Butuh waktu hingga wakhirnya mimpi itu terwujud. Tepat tanggal 22 Mei 2009 saya mendarat di bandara Schiphol Amsterdam, untuk melakukan tugas selama kurang lebih 3 minggu kedepan.

Mendarat di Belanda tidak terus saya langsung berjalan-jalan seperti layaknya turis. Memang, ada kalanya saya sempatkan waktu untuk menikmati tempat yang saya kunjungi. Tugas pertama pada saat saya mendarat di sini adalah langsung menuju ke kota Hilversum untuk melakukan radio interview di Radio Nederland Wereldomroep tentang Studi di Belanda. Karena saya datang 2 jam sebelum interview dimulai, maka oleh mbak Feda saya diajak untuk melongok dapur redaksi radio tersebut. Sebagai insan radio, pengalaman ini sangat menyenangkan untuk bisa melihat langsung daur radio modern yang propaganda nya diakses oleh banyak radio tidak hanya di Indonesia tapi di dunia. Interview sendiri direlay oleh lebih dari 80 radio diseluruh Indonesia.

Sebelum meninggalkan Hilversum, saya bertanya ke Mbak Feda ada sebuah gedung cantik di dekat kawasan Media Park. Alhasil, kami mencoba meluangkan waktu untuk melihat sebentar. Ternyata, gedung yang bernama Beeld En Geluid tidak hanya cantik terlihat dari luar, tapi arsitek yang mencipkatannya memang luar biasa. Gedung ini adalah hasil karya arsitek Willem-Jan Neutelings dan Michiel Riedijk. Mereka memperhatikan setiap detil keindahan dari pembuatan sebuah bangunan, sebuah mahakarya yang luar biasa dari negara ini. Sebuah perpaduan dari fungsi, keindahan dan kreativitas. Gedung ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan (arsip) dari acara-acara televisi dan radio di Belanda. Setiap orang yang akan masuk dan mengakses data akan dikenakan biaya tertentu, diberikan cincin untuk bisa masuk kedalam. Berhubung waktu yang saya punya terbatas, maka saya hanya bisa mengagumi keindahan karya ini di common area saja.

_MG_2534_MG_2540

_MG_2541_MG_2550

Coba perhatikan gambar yang terakhir, kaca-kaca yang melapisi gedung ini tidak rata, hal itu disebabkan karena masing-masing bidang kaca adalah sebuah relief dari cuplikan scene yang ada di tayangan televisi yang arsipnya tersimpan disini.

Setelah puas berkeliling didalam, saya tinggalkan Hilversum menuju sebuah kota pertanian di tenggara Belanda yang bernama Wageningen.

*Foto: koleksi pribadi_MG_2556


Responses

  1. Ono, lucky you, huh😉

    secara kerja di organisasi eks negara penjajah kesampaian pula jalan-jalan ke sana! hihihihi…

    kalo aku mesti ngarepin balik ke Aussie lagi? wah… nunggu naek jabatan jadi Team Leader kalie yeee😉

    ahhh… ntar pake duit sendiri aja jalan-jalannya! amien!

    good luck with the business trip. enjoying (as always) your writing so much!

  2. Akhirnya posting lg…udh plg kan…udh dibeliin blom???hihihihihi..how’s the trip Once?

  3. wah k ono, keren abiz bs jln2 k luar negeri. Kpn y ak bs jln2 ky k ono. Sukses deh k… Tp jgn lp ma santy kl tmbh sukses,he3x…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: