Posted by: katakataono | February 11, 2009

Mencintai Air

84120703Kadang suka memperhatikan kalau sore, saat OB kantor mulai mengumpulkan gelas-gelas yang terpakai hari itu dikantor, banyak yang masih menyisakan air dalam jumlah yang banyak didalam gelasnya. Makanya gak heran saat dibuang air sisa ini akan memenuhi ember.

Kantor saya termasuk yang jumlah orangnya gak banyak, tidak lebih dari 30 orang bekerja disini. Itu saja jumlah air sisa yang terbuang setiap harinya bisa melebihi ukuran setengah ember.

Kita berandai-andai, kalau minimal ada 500 kantor di Jakarta dengan jumlah pegawai dan perilaku yang sama, artinya setiap hari ada 250 ember air yang terbuang percuma setiap sorenya.  Itu baru Jakarta, belum menghitung kota-kota lainnya.

Sebetulnya ini perilaku yang sederhana, hanya saja kita terkadang lupa, bahwa air bersih siap minum di dunia ini bukan benda yang murah. Kalau menggunakan analogi harga Aqua gelas  Rp.500, maka setengah ember nilainya kira-kira bisa mencapai Rp.10,000/ hari per-kantor.

Kalau dihitung secara kasar, maka perhitungan saya kira-kira seperti ini:

Rp. 10,000 x 250 ember x 260 hari dalam setahun = Rp.650,000,000.

Ini belum menghitung perilaku kalau kita menyisakan air terbuang percuma dirumah, plus analogi saya menggunakan kantor dengan jumlah pegawai dibawah 30 orang. 650 juta rupiah pertahun terbuang dengan sia-sia, karena umumnya masuk ke saluran pembuangan di tempat cuci piring. Besar juga ya?

Saya sih mencoba memulai mengingatkan diri sendiri supaya selalu menghabiskan air minum yang sudah saya ambil dari dispenser setiap saat sebelum saya meninggalkan kantor. Dan anda tahu darimana saya dapet ide membuat tulisan ini? pada suatu sore, sang OB pernah mengingatkan saya, “Ono, kalau pulang minumnya dihabiskan ya, kan air mahal”

Terima kasih sudah mengingatkan Mbak Ratna.

Source Picture: Getty Images


Responses

  1. Kalo aku dr dulu smp skrg udh biasa bgt dimarahin soal air mahal. Mamahku kalo masak pake air aqua, jd misalnya mkn sayur berkuah hrs wjb kudu dihabisin. Kalo terpaksa ga hbs, disuruh dibuangnya ke tanaman. Apalagi diperjamuan2, knp mesti nancepin sedotan digelas aqua kalo ga niat minum/ga haus & ga dihabisin pula tu minuman. Sayang kan ? Knp pd ga syg ya dgn Air ?. Heran gw jg.

  2. Banyak ya yang peduli, sungguh senang…kalo gue cerewet kan juga ada artinya :))

  3. Eh gw bru bc blog elo no..tulisan2 lo enak jg dibc hehee…trus soal air ini, wah gw setujuuuuu bgt….org kdg ngeremehin soal air.pdhl klo sekalinya lg mati air, ga enak nya minta ampun ..mg2 aja bnyk yg bc tulisan lo.. Apalagi air minum, uda jelas ga gratis dan ga murah…

    Ayoo smuanya hemat2…dan jgn mubazir.klo ga niat minum dan ga aus, ga usa di minum misalnya aqua gelasnya.gw sendiri jg gtu.better gw kasi org lain. Lagian gw ga suka rasanya aqua gelas hehem rasa plastik… Drpd kbuang2, gw kasi org lain aja🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: