Posted by: katakataono | January 8, 2009

Senandung Cinta 2009

Adalah Bisma yang memanggil saya bulan October tahun 2008 lalu, dan menawarkan kembali untuk gabung dalam jajaran penyiar IRadio tempat dimana saya dulu bernaung. Saya katakan kepadanya, kalau saya bersedia, asalkan saya tidak dilibatkan dalam program yang pernah saya bawa dulu. Alasannya adalah agar tidak terjadi kerancuan dari penyiar baru yang sedang berusaha menaklukkan program yang hadir setiap rabu malam itu, setelah ditinggalkan oleh penyiar pengganti saya yang memperoleh pos baru di Jepang.

Hingga suatu saat, akhirnya Bisma berbicara serius kepada saya dan menyatakan bahwa manajemen memandang perlu untuk mengembalikan program Senandung Cinta kepada saya lagi. Tahun 2009, dirasakan sebagai awal yang pas untuk memperkenalkan Ariono Hadipuro kembali ke rumahnya. Sebuah program yang dulu telah membesarkan nama saya, dan ternyata memanggil saya kembali untuk membawakannya. Bukan merupakan proses yang mudah, karena sudah lebih 2 tahun program ini saya tinggalkan, dan banyak perubahan telah terjadi disini. Dahulu, program ini   tidak memiliki nama hingga minggu ke-2 kemunculannya,  masuk sebuah SMS ke Iradio yang mengusulkan nama Senandung Cinta, akhirnya terpakai hingga detik ini. Program luar biasa yang punya kekuatan menguras emosi demikian banyak orang yang mendengarkannya: tersenyum, menangis, marah, kesal, dan sebagainya.

Kekuatan Senandung Cinta memang terpusat pada kata-kata yang disampaikan penyiar dan lagu-lagu yang diperdengarkan. Lagu-lagu ini memang sengaja dipilih melewati suatu kriteria khusus sehingga terdengar seperti bercerita dari awal hingga akhir acara ini. Biasanya, lagu yang diperdengarkan bagi Ilisteners merupakan representasi dari perasaan yang mereka pendam atas permasalahan cinta yang harus dihadapi. Disinilah orang-orang yang ingin didengarkan ceritanya berkumpul, dan mengenang masa-masa indah cintanya bercerita.

Banyak cerita yang tercatat dalam perjalanan karir saya membawakan program ini. Menyatukan  seorang yang bernama Ditya saat dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaanya kepada perempuan cantik bernama Alika sebelum meninggalkan Indonesia menuju Jepang, mendengarkan sebuah keajaiban takdir saat seorang bercerita bertemu dengan wanita yang akhirnya menjadi isterinya tanpa sengaja di sebuah lampu merah di daerah Cikampek, menerima seorang pria yang akan bunuh diri karena sulit menemukan orang yang dicintainya, mempengaruhi pikiran seorang anak SMP untuk memiliki pacar pertama kalinya, dan masih banyak cerita berkesan lain yang saya rasakan saat membawakan program ini 2 tahun yang lalu.

Kini, setiap rabu malam, saya duduk kembali di studio Iradio, untuk mendengarkan ratusan kisah cinta, yang diartikan dalam beragam makna, oleh anda.


Ariono Hadipuro, announcer for Iradio 89,6fm.


Responses

  1. No, disini kok streamingnya putus2 euy😦

    Ono: Kadang2 emang gitu De…waktu gue disana juga agak2 angin2an

  2. No, elo jadi nya kerja dua macem gitu? Ngga capeeee ??😉
    hehheeh

    karime

    Ono: Kar, pa kabar??? nggak sih, yang siaran kan hobby, and lebih banyak weekend😉

  3. Selamat dek..selamat…btw saking hits nya senandung cinta…siap2 aja ada cd bajakannya dengan judul “senandung cinta”🙂

    Ono: masih belajar lagi lho Mbak skrg…

  4. asik ka ono siaran lagi, jadi makin betah dengerin senandung cinta deh

    Ono: thank youu

  5. aaarrghhh…gak sempet lagi menikmati empuknya suara sang penyiar..

  6. Seneng deh denger ka ono siaran lg..Moga makin sukses senandung cintanya ya!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: