Posted by: katakataono | November 30, 2008

Menjadi Penyiar Radio (Bagian 2)

Awal mula dari rangkaian tulisan ini keluar, dimulai dari inspirasi yang saya peroleh dari Pesta Blogger 2008 beberapa waktu lalu. Nukman Luthfie, seorang praktisi online marketing yang mengungkapkan pentingnya menulis sesuatu yang bermanfaat di blog kita, agar orang membuat blog kita menjadi inspirasi untuknya.

Saya semakin tersadar banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana bisa menjadi seorang penyiar radio. Terus terang saya sadar bahwa sebagai seorang penyiar radio, saya masih terus mengembangkan diri dan belajar menuju sebuah kesempurnaan. Akan tetapi, pengalaman saya sebagai penyiar di sebuah radio swasta di Jakarta mungkin bisa diambil manfaatnya untuk anda yang ingin juga merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan.

Proses mengalahkan diri untuk memulai mendaftar ke sebuah radio adalah step awal yang harus dilakukan. Lalu apa dong No? Selagi menunggu, kita bisa mengikuti kursus-kursus yang diselenggarakan oleh beberapa pihak. Saya mungkin termasuk yang beruntung tidak harus melalui proses ini untuk masuk kedalam dunia radio, akan tetapi ini bisa menjadi modal anda untuk proses seleksi pada saat interview. Interviewer akan melihat anda cukup siap dan serius ingin menjadi bagian dari dunia radio. Biasanya di kursus tersebut, kita akan diajarkan baik hard skills maupun soft skills yang nantinya akan berguna pada saat siaran betulan.

Hal lain adalah, kalau kita serius ingin siaran di radio, jangan hanya mengirimkan ke 1 radio saja. Cobalah untuk mengirimkan ke beberapa radio, namun cobalah sesuaikan dengan karakteristik radio yang ingin dituju.  Setiap radio punya karakteristik tersendiri dari lagu, gaya bicara penyiarnya, materi yang disampaikan, bahasa yang dipergunakan, yang menjadi ciri khas untuk pendengar mengenali radio yang mereka dengarkan. Ambil contoh radio Sonora dan KISfm, yang mempunyai ciri khas yang sangat kuat dari cara sang penyiar bicara. Bahkan tanpa melihat gelombang radionya, kita akan segera mengenali kalau gaya penyiar yang berbicara itu dari radio sonora misalnya. Atau asahlah kemampuan berbahasa Inggris yang baik kalau ingin bergabung di KISfm.

Selain perhatikan karakteristik radio yang ingin kita lamar, jangan lupa juga untuk membangun personality diri yang kuat. Orang yang memiliki ciri khas akan lebih mudah dilirik oleh radio, dibanding kalau kita memiliki personality yang kebanyakan. Menjadi penyiar radio tidak selamanya harus orang yang bawel dan cerewet. Personality kalem seperti saya buktinya bisa menjadi bagian dari sebuah radio. (To be continue…)

Ariono Hadipuro, Announcer for IRadio 89,6fm.


Responses

  1. Waduh postinganny bersambung kayak sinetron aja k2 ono.. Jd ga sabar menunggu kelanjutannya…^_^

  2. akhirnya bahas juga loe no, tentang how to be a penyiar..

  3. ooo kalem yaa..

  4. Bo .. Peeeliiis deeh.. Kalem yaaa?

  5. Those all kind of stories are really Great to hear that. … Well, Wow!!! Bravo for you guys🙂 Year 2001/2/3 I forgot pernah juga ditawarin jadi penyiar radio, beberapa kali casting to be a presenter. But…, kenyataan berkata lain, aku resign dari kuliah sastra Belanda ku, aku cukup malu dgn teman2 (walau mereka pun tak tahu… :P), ya… be what me now to be…
    Fie : (021) 94689490.
    Success voor jou!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: