Posted by: katakataono | November 29, 2008

Menjadi Penyiar Radio (Sebuah Rangkaian Tulisan)

Kalau ditanya profesi yang saya senangi, mungkin jawaban menjadi penyiar radio akan keluar lebih dahulu dari mulut saya. Sebuah profesi yang dulu hanya terbersit di kepala ketika mendengarkan suara dari radio kesayangan semenjak saya duduk di bangku sekolah. Radio menjadi teman terbaik saya dikamar, menikmati kesendirian tanpa perlu merasa sepi. Suara musik ditambah dengan suara penyiar membuat hari-hari saya menjadi lebih cerah.

Dulu, banyak nama yang kehadirannya selalu saya nantikan untuk membuat hari menjadi lebih bersemangat. Ambil contoh saat Poetri Suhendro yang dulunya bersiaran di Radio Female, menjadi sahabat saya setiap pagi dalam perjalanan ke kantor. Gaya siaran yang synical akan issue-issue faktual membuat saya betah menjalani perjalanan menembus belantara Jakarta yang penuh kemacetan. Siapa sangka orang yang dahulu hanya bisa dikagumi dari jauh kini bersiaran di radio yang sama dengan saya, bahkan beruntung bisa menjadi partner siarannya untuk beberapa kali.

Semua diawali dari mimpi. Kalau banyak orang yang bertanya pada saya, kok bisa sih No loe jadi penyiar radio? Saya selalu jawab dengan kata-kata: kenapa tidak? Semua diawali dengan usaha! Ada beberapa hal yang memang harus dilakukan kalau kita ingin mendalami sebuah profesi, mungkin pengalaman berharga yang saya alami bisa saya share di blog ini:

1) Beranilah untuk bermimpi. Dulu ada pameo yang sering saya dengar, bahwa jangan punya keinginan terlalu tinggi, nanti kalau gak dapet malah sakit. Tapi sekarang saya percaya, justru kita hidup sekarang karena mimpi-mimpi kita dimasa lalu. Di saat diri kita punya keinginan yang biasa-biasa saja, maka yang diperoleh juga biasa-biasa saja. Contohlah beberapa orang yang menurut kita sukses di karirnya. Saya percaya bahwa mereka adalah pejuang yang berusaha keras untuk mewujudkan semua mimpi-mimpinya terdahulu. Kalau dulu mimpi jadi penyiar radio tidak pernah saya anggap serius, ternyata diwujudkan oleh Allah SWT, apalagi kalau keinginan itu sebuah serius?

2) Teruslah berusaha mewujudkan. Kunci dari sebuah pencapaian adalah kalau kita tidak berhenti berusaha. Pengalaman sayalah yang membuktikan kebenaran dari teori ini, guaranteed!. Di angkatan saya masuk sebagai penyiar di IRadio tahun 2002 yang lalu, saya termasuk yang paling terakhir mendapatkan jatah siaran. Kenapa? karena dulu kualitas suara saya adalah yang terbelakang di antara teman-teman lainnya. Tapi keterbelakangan itu tidak menyurutkan saya untuk tetap berusaha. Lha wong sudah tanggung masuk, kenapa gak menceburkan diri sekalian? Saya tetap berlatih dan berusaha, bahkan ketika sudah naik on air saya masih terus belajar untuk memperbaiki kualitas siaran. Learning process will never end, bahkan ketika kita sudah bisa mencapainya.

3) Memulai. Inilah proses yang paling berat bagi sebagian kita. Memulai apa emang No? Balik ke pertanyaan banyak orang, kalau mau jadi penyiar radio, mulailah mendengarkan gaya dari beberapa penyiar dari banyak radio, supaya kita dapat banyak variasi gaya siaran. Pelajari dengan seksama, lalu cobalah untuk merekam suara kita sendiri. Tulislah sebuah script pendek yang berdurasi baca 1 menit, memuat sebuah info penting yang ceritanya ingin anda sampaikan ke pendengar. Gak perlu suara enak dulu, yang penting memulai. Rekam suara, lalu dengarkan. Sudahkah enak “secara gaya” didengar oleh orang lain? Kalau belum, teruslah diulang, sampai kita merasa ini sudah yang terbaik yang bisa kita lakukan.

4) Mengirim. Simpanlah suara itu dalam sebuah materi perekam, bisa CD ataupun kaset, lalu segera kirimkan ke radio yang ingin dituju. Jangan malu dan takut jelek, karena semua profesi dimulai dari belajar. Dengan melewati proses memulai dan merekam ini, maka kita sudah melewati tahapan yang paling sulit untuk menjadi penyiar radio, menaklukkan diri sendiri.

Ariono Hadipuro, Announcer for IRadio 89,6fm.


Responses

  1. No, bisa dengerin IRadio online ga ya? kangen dengerin lo siaran nih😀

  2. Mas doain yah aku bisa mengikuti jejakmu… sekarang aku sedang berjalan menujunya….cayoooo……

  3. kak aku pingin ikut lomba penyiaran di asramaku,
    cuma aku masih nervous + malu sama temen2,ada saran gak bwat aku?

  4. wuah…mas ono..makasih ya pencerahannya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: