Posted by: katakataono | July 14, 2008

Eksistensi Seorang Pelajar

Perbincangan menarik ini terjadi tadi pagi disebuah Honda Jazz  yang meluncur dari kawasan BSD menuju Segitiga Emas kawasan Bisnis Jakarta.  Semua diawali dari kemacetan jalan diakibatkan oleh hari pertama tahun ajaran sekolah. Tiba-tiba pembicaraan mengarah tentang kehidupan sekolah kami berempat dulu, terutama tentang hal-hal yang membuat eksistensi kita di sekolah diakui sama teman-teman lain.

Saya menyebutkan pacaran sebagai salah satu bentuk peningkatan status sosial di kalangan pelajar di sekolah. Terutama di usia saya yang sudah tidak muda ini, jaman menjalani sekolah menengah pertama (SMP) dulu, adalah awal dari saya mengenal konsep ikatan antara laki-laki dan perempuan. Dalam pikiran saya ketika itu, kalau kita sebagai cowok berhasil mengungkapkan perasaan pada seorang cewek dan diterima, maka kedudukan sosial kita di sekolah akan berubah drastis. Tingkat kepopuleran orang yang berpacaran di bangku SMP, akan lebih tinggi dibanding mereka-mereka yang menjomblo, dan bermain komunal dengan teman-teman sesama single.

Di saat yang bersamaan, jago bermain basket diyakini juga salah satu faktor yang akan menaikkan status pelajar di mata teman-temannya. Anggota geng basket ini akan menjadi bahan pembicaraan banyak perempuan di sekolah, karena akan terlihat punya nilai lebih dibandingkan rakyat kebanyakan. Andaikan seorang siswi bisa menaklukkan si Abas alias anak basket, maka sang kekasih juga akan beruntung dipandang bernilai tinggi, dibandingkan mereka yang berpacaran sama si kutu buku.

Satu opini lagi muncul di perbincangan yang melewati daerah Tanah Kusir itu. Jago bermain musik akan bisa membantu meningkatkan rating popularitas kita di sekolah. Ajang yang paling tepat untuk menunjukkan kemampuan khususnya di skill ini adalah Pentas Seni, Pesta Angkatan dan Pesta Perpisahan.

Saya lalu teringat dengan gejala lain yang kebetulan saya pun melakukannya. Merokok, adalah bagian penting untuk seorang siswa SMP yang beranjak remaja, agar diakui sebagai bagian dari kelompok yang lebih besar. Seolah-olah, kalau kita nakal, akan terlihat lebih sexy dimata pelajar yang lain. Saya pun terseret arus pendapat ini, sehingga pengalaman merokok pertama saya lakukan pada saat saya duduk di bangku SMP. Seolah ingin di pandang bandel dan bisa diterima di kelompok anak-anak yang suka nongkrong, maka merokok saya pilih sebagai sarananya. Walhasil, rumah nenek saya di Pakubuwono menjadi saksi bisu perkenalan saya dengan rokok.

Ada satu cara lain yang masuk dalam perbincangan kami pagi tadi. Salah seorang teman memilih mendekati orang yang sudah terlanjur populer di sekolah, agar keberadaan dirinya juga dipandang oleh yang lain. Bayangkan, ada seorang siswa yang di hari-hari awal masuk sekolah, selalu dipanggil kedepan sebagai Conductor Paduan Suara, Penyanyi, dikenal banyak siswa lainnya. hasrat untuk tampil dan diperhatikan membakarnya untuk berkenalan dengan si sosok populer ini, agar orang tahu keberadannya.

Masih banyak cara lain yang dianggap bisa membawa keberadaan kita mencuat dan diperhatikan oleh orang lain di sekolah. Ini hanya sebagian kecil yang keluar dalam perbincangan kami di pagi hari. Sampai menjelang kami sampai, saya jadi berpikir, manfaat dari efek status sosial di sekolah, sepertinya lebih kuat untuk dikejar dibandingkan dengan hasrat untuk berprestasi melalui nilai-nilai yang fantastis.

Rasanya, menjadi juara kelas tidak terlalu penting buat kawan-kawan saya dulu, yang penting…

“gue eksis cing di sekolah!”


Responses

  1. Blog baru nih. Jadi ingat masa SMP, tapi kok cara peningkatan statusnya lain2 ya, yang sama cuma yang nomor satu heheheh

  2. kalo jago cuap-cuap di udara masuk kriteria juga kan mas?

  3. oh ya, sama pernah idup atau sekolah di luar negeri! hehe.. (tambah punya foto lagi maen ski atau maen di salju..) kacau juga nih orang indo mikirnya ;p

  4. Gue jadi terinspirasi deh ama temen lo yang terakhir *wink wink*

  5. @ Doel: iya, lagi pengen pindah rumah aja

    @ Bagas: jago cuap2 dan foto salju? sudah pasti dunk, gue banget tuh! hahaha

    @pu3 : gue kenal deket tuh Put, mau dikenalin? orangnya seru kok…

  6. eksis ngak soal dalam PRESTASI dikelas jadi juara kelas mungkin, anggota osis mungkin( tapi kalo paskib pastinya ngak kan? secara imut gitu !) en disekolah pernah jadi duta sekolah ngak?

  7. asyik ada diriku🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: