Posted by: katakataono | February 19, 2008

Exanthema

Bintik merah itu bermula dari wilayah paha yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Sekilas, terlihat seperti penderita campak yang memiliki gejala yang sama. Namun yang unik adalah, ketika angka trombosit tiba-tiba turun ke angka 130,000. Alhasil, dokter menyarankan untuk segera di rawat, karena diduga menderita Demam Berdarah Dengue.

Kejadian ini terjadi hari Jumat kemarin, setelah sebelumnya masih jalan menikmati segelas teh hangat di Bakoel Koffie Bintaro bareng sahabat saya Nuke. Sesaat menjelang tiba di rumah, disempatkan waktu untuk cek ke dokter kira-kira pernyakit apa yang diderita.

Dugaan awal memang campak atau alergi terhadap sesuatu. Hasil tes darah lab keluar sabtu sore, dan pada saat kertas di baca oleh sang dokter, saat itu saya tahu kalau saya harus di rawat di rumah sakit. Sebuah pengalaman mahal yang seumur hidup saya belum pernah lakukan. Tidak ada perasaan lemas, demam, mual ataupun pusing seperti layaknya orang yang terjangkit penyakit. Walaupun semuanya terlihat normal, memang sebaiknya mengikuti saran dokter untuk menghindari hal-hal yang lebih buruk terjadi. Malam itu juga langsung bersiap-siap, and berangkat menuju Rumah Sakit International Bintaro.

Setelah di periksa oleh dokter jaga di Unit Gawat Darurat, dibantu kursi roda saya dibawa ke kamar 359 paviliun Kutilang di lantai 3 RSI Bintaro. Ada 3 tempat tidur di kamar itu, dan saya ditempatkan di posisi tengah. Antar tempat tidur dibatasi oleh layar berwarna hijau, dilengkapi dengan 2 televisi, 1 wastafel, dan 1 kamar mandi. Di samping kiri adalah seorang Dosen yang menderita tumor Usus, dan dikanan seorang pelajar SMU yang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue. Tempat saya berbaring berselimut coklat, seprai warna putih, sebuah kabinet di sisi kanan, dan tiang untuk menggantung cairan infus disisi kiri.

8 botol infus telah berganti memasok cairan kedalam tubuh, 2 kali bubur, 4 piring nasi tim, dan belasan butir obat telah ditenggak, hingga akhirnya analisa dokter menyatakan tubuh saya diindikasi ada virus Exanthema. Sebuah nama yang cantik, tapi ternyata berbahaya, hingga saya harus dirawat intensif di Rumah Sakit.


Responses

  1. mas Ono, cepet sembuh ya. penyakit makin macam-macam aja ya? *geleng2x kepala* get well soon

  2. hua ono!! cepat sembuuh!!
    masih di RS skrg?

  3. you will have to put a paragraph in english for your international blogers

    cheers Phill

  4. masih banyak tuh bahasa keren tapi bikin sakit…

    seperti
    varicella…
    roseola
    etc

  5. Dah sembuh ya sekarang… kalau cari2 info ttg exanthema di web, sepertinya ada hubungannya dg vaksin MMR. Pernah dapat? Katanya sih perlu 2x supaya kebal. Tapi kalau sudah dapat exanthema sekali, katanya bisa jadi kebal🙂
    doel

  6. Exanthema? baru denger tu no. Tapi skrg dah sembuh kan??🙂

  7. inget inget baruu aja seminggu kerja ya…hihihihi

  8. de…gimana kerja ma tante2 hehe… btw jaga kesehatan yah🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: