Posted by: katakataono | November 19, 2007

Paranoid dan Positive Thinking

Hidup di Indonesia terutama Jakarta belakangan ini memang betul-betul merupakan suatu perjuangan. Tingkat emosi seseorang yang tinggal di Jakarta, telah dilatih sedemikian rupa, sehingga saya rasa orang Jakarta memiliki rasa toleransi yang sedemikian besar terhadap kerasnya mengarungi kehidupan di ibukota Negara saya ini. Entah mungkin hal itulah yang menjadi pemicu mengapa orang-orang yang hidup di Jakarta terutama begitu ragu dengan konsep sebuah positive thinking terhadap sesamanya.Saya tidak melakukan survey mendalam untuk membuktikan soal ini. Contoh kecil yang bisa membuat saya tarik kesimpulan dari pengalaman saya soal positive thinking adalah dari pengalaman sehari-hari yang saya alami.

Yang pertama adalah, ketika saya tersenyum geli dengan komentar teman-teman yang membaca postingan saya soal Cara Cerdas Berbelanja. Sebagian besar orang mempertanyakan soal konsep kejujuran dalam penerapan alat tersebut di pasar swalayan tersebut. Buat saya ketika menulis hal tersebut, revolusi ide yang diterapkan oleh si pembuat benda tersebut patut diacungi jempol, karena alat tesebut terbukti membantu proses balanja saya menjadi lebih cepat, nyaman dan mudah. Entah mengapa, pikiran soal berbuat curang dengan alat tersebut jauh dari imaginasi saya ketika menuliskan hal tersebut termasuk ketika tercetus ide bagaimana bila hal tersebut diterapkan di Negara tempat kelahiran saya. Tapi saya menjadi maklum kalau teman-teman berkomentar demikian terhadap ide saya, karena saya pun bisa punya pikiran yang sama kalau saya masih tinggal di Jakarta.

Yang kedua adalah, banyak orang yang saya kenal di Jakarta sudah terlalu paranoid dengan kondisi dan tingkat kejahatan di kota Jakarta. Sehingga, sifat saling mencurigai terhadap orang lain kuat terasa, sebagai pengganti istilah berhati-hati berada di tempat umum. Pengalaman terakhir yang saya alamai adalah ketika disuatu hari, saya secara tidak direncanakan bermalam di tempat kawan saya tanpa memberitahukan orang rumah terlebih dahulu. Boleh dikata, saat itu saya tidak bermaksud untuk menginap di tempat kawan saya tersebut. Hanya karena kondisi fisik yang sudah terlalu lelah untuk kembali, akhirya saya tertidur malam itu. Esok paginya saya terbangun dengan jumlah panggilan tak terjawab di telepon seluler yang cukup banyak dan sms nada khawatir dari ayah saya tentang kondisi saya. Termasuk ada ungkapan karena banyak mendengar hal-hal buruk dari media soal tingkat kriminalitas, beliau khawatir dengan kondisi saya.

Kewaspadaan warga Jakarta atas tindakan kriminalitas yang mungkin sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan, membuat orang begitu berhati-hati untuk hidup di Jakarta. Bahkan ternyata ini mempengaruhi pola pikir, bahwa disetiap kemudahan, banyak peluang-peluang terciptanya kejahatan yang bisa merugikan penghuninya.

Kalau saya membandingkan dengan pengalaman satu tahun saya tinggal di sebuah kota yang tingkat kriminalitasnya tergolong rendah, disana saya tidak pernah berpikir untuk memandang banyak peluang kejahatan terjadi. Bahkan ketika saya mengalami kehilangan telepon genggam di kota tersebut, esoknya saya masih bisa berjalan dengan tenang di tengah kota pada malam hari tanpa merasa was-was, atau belanja menggunakan alat tersebut tanpa pernah berpikir untuk berbuat hal-hal yang merugikan.

Kira-kira kapan ya warga Jakarta bisa merasa aman tinggal di kotanya dan berpikir positif terhadap sesamanya?


Responses

  1. Paranoid itu lumrah, apalagi jika setiap hari membaca berita di koran atau melihat berita di tv:-)
    Tetap waspada meski di tempat aman dan rajin berdoa juga perlu supaya bebas dari segala gangguan😉
    Juga mengingatkan teman untuk tidak mengajak keluar malam2 hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: