Posted by: katakataono | October 1, 2007

Would you like to have lovely cup of tea?


Menjadi bagian dari kebudayaan Inggris, membuat saya banyak belajar mengamati beberapa hal kecil. Kebiasaan minum teh misalnya. Saya tinggal bersama dengan seorang yang tergila-gila minum teh. Awalnya saya kira, kesenangan minum teh disini hanya untuk segelintir orang. Namun akhirnya saya sadar, kalau kebiasaan atau sebut saja budaya minum teh di negara ini memang sangat kuat dan mengakar.

Pak Landlord (begitu saya menyebut pemilik rumah tempat saya tinggal) dan Pak Flatmate mencintai minum teh lebih dari minum air. Mereka dalam satu hari, bisa minum hingga 12 gelas teh. Mulai dari pagi hari saat mereka sarapan, hingga menjadi minuman penutup hari. Teh juga membantu awal dari sebuah perbincangan saat saya sedang asyik bercengkrama dengan komputer berjalan saya di kamar. Biasanya entah Pak Landlord atau Pak Flatmate tiba-tiba mengetuk kamar saya and berkata:

“Would you like to have cup of tea Ono?”

Dalam sebuah perbincangan sambil menikmati teh saya yang selalu ingin tahu ini bertanya, kenapa mereka begitu tergila-gila menikmati teh. Buat saya, minum teh biasanya cukup 2 kali kalau sedang tidak berpuasa, di pagi dan sore hari. Itupun bukan merupakan tradisi yang mendarah daging. Ternyata, tawaran minum teh bukan hanya diajukan oleh mereka yang dirumah saja. Suatu waktu, saya sempat menemani Pak Landlord mengantarkan ibu nya kembali ke rumahnya yang lucu di kota Gloucester, and setibanya di rumah, langsung dia menawarkan saya

“My Dear, would you like to have lovely cup of tea”

Karena saat itu saya sedang berpuasa, beliau langsung ingat dan tertawa. Lain waktu Mrs.White. Dalam perbincangan kembali ke Birmingham saya kemudian bertanya kepada sang anak, apakah maksud dari kata “lovely”. Dia kemudian menjelaskan kalau mereka (Orang Inggris-red) sangat menghargai minum teh dalam setiap kesempatan, dan kata lovely menunjukkan bagaimana mereka mencintai tradisi itu. Terutama orang-orang tua yang lebih menggunakan bahasa yang sopan dan terhormat.

Cara menyajikan teh orang Inggris berbeda dengan kebiasaan saya dalam membuat teh. Buat saya teh paling enak adalah teh yang hangat yang mengepul dari cangkir dengan taburan 3 sendok teh gula pasir. Untuk mereka, cukup teh kental dengan sedikit susu (bukan cream), bisa ditambah gula maksimal 1 sendok teh. Tentu saja, Pak Landlord terheran-heran bagaimana saya bisa tahan dengan sedemikian banyak gula diaduk dalam teh yang tersaji. Sementara buat dia, teh dengan susu adalah yang terbaik. Berbeda memang, namun tetap saja kami bisa sama-sama menikmati secangkir teh dengan cara kami masing-masing. Jadi teringat dengan komik Asterix and Obelix ketika mereka terheran-heran dengan cara orang Inggris minum teh dengan susu.

Kalau kembali melayangkan memori saya akan teh di Indonesia, kita akan ingat Orang Sunda punya cara yang berbeda dalam membuat teh dengan orang Jawa. Orang Sunda lebih suka minum teh tanpa gula, sementara Teh Manis lebih identik dengan orang Jawa. Bahkan, beberapa kali saya minum teh di suatu kota di Jawa, saya bisa sakit gigi karena saking manisnya teh yang disajikan.

Saya baru sadar, kalau tradisi minum teh itu mendunia. Sbut saja China punya tradisi yang kuat dengan teh. Chinese Tea seperti sudah menjadi trademark dimana-mana dan rasa yang disajikan dari secangkir Chinese Tea memang memberikan aroma dan rasa tesendiri. Atau kalau kita mampir ke rumah makan Jepang, kita mengenal Ocha. Saya rasa kita juga setuju kalau Jepang juga punya tradisi minum teh yang kuat dan dikenal diseluruh dunia. Mungkin anda termasuk saya juga heran kalau tahu orang Tibet punya tradisi minum teh dengan garam and butter. Menarik bukan?

Tidak perlu jauh-jauh dari tanah air, Malaysia punya produk khas yang kita kenal dengan istilah Teh Tarik. Atau Thailand yang saya tahu juga punya minuman teh yang disebut Thai Ice Tea. Saya rasa, komoditi teh memang menggiurkan kalau memang digarap dengan serius. Buktinya, tea Culture ada dibelahan dunia manapun.

Source: Oom Wiki


Responses

  1. Tidak saja kesukaan minum teh yang menarik diamati, tapi juga cara minum teh… di Cina dan Jepang, mungkin ada cara tersendiri. Di Indo, juga ada: kalau disuguhi teh di Jawa, harus disisakan sedikit. Di daerah Sunda, sebaiknya teh yang disuguhnya dihabiskan😀

    Ttg “lovely”, saya suka sekali mendengarnya jika diucapkan dalam logat British yang kental😀
    doel

  2. Sama.. aku juga suka teh… paling tidak 2 gelas per hari dengan 3 sendok teh gula. Apalagi pas musim dingin.. bisa lebih banyak lagi…

    Tapi efek sampingnya ga kuat… jadi lebih sering pipis… hehehehe

  3. ia yaa… bs aja usaha minum teh ini nyaingin starbucks😛

  4. Thanks for this


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: