Posted by: katakataono | September 25, 2007

Cara Cerdas Berbelanja

Menjadi seorang pengangguran setelah berhasil melewati 1 tahun penuh tantangan menjadi seorang mahasiswa membuat saya sekarang menjadi seorang full-time tourist di negara ini. Boleh dibilang, ini adalah pekerjaan yang paling menyenangkan, menjadi pengamat masyarakat dan kebudayaan lokal. Anda boleh menyebut saya kuper atau ketinggalan jaman karena dimanjakan dengan kemajuan jalan yang bisa saya nikmati disini. Maklum saja, saya memang berasa dari negara berkembang. Jadi kalau saya terkagum-kagum dengan kemudahan yang ditawarkan dalam cara hidup orang disini, tolong harap dimaklumi. Termasuk dalam cara berbelanja di pasar swalayan.

Beruntung memang saat ini saya tinggal dengan pribumi lokal *sebagai pengganti istilah bule Inggris*. Selain banyak kesempatan untuk mempelajari bagaimana mereka hidup, saya juga bisa diperkenalkan dengan banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya temui. Contohnya adalah, ketika saya diajaknya berbelanja kebutuhan pokok di sebuah pasar swalayan ternama di Inggris, di pintu masuk saya menemui sebuah rak bertuliskan FAST TRACK yang terdiri dari beberapa alat berwarna orange. Saya tidak pernah melihat rak ini sebelumnya kalau berbelanja di pasar swalayan yang sama di city centre. Pak Landlord begitu saya menyebut pemilik rumah dimana saya tinggal skrg, langsung menggesek kartu kesetiaan (loyalty card) pasar swalayan tersebut *yang menurutnya kalau point nya dia tukar bisa dapat tiket gratis ke Australia* dan mengambil alat berwana orange tersebut.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Tentu saja si orang kampung ini penasaran dan bertanya untuk apa beliau ambil benda itu? Saya sendiri termasuk yang cukup bingung ketika Pak Landlord membawa sendiri kantong belanjaan dari rumah. Menurutnya, tindakan ini bisa menyelamatkan lingkungan. Walaupun buat saya:

“ah merepotkan sekali bawa kantong dari rumah, toh nantinya akan dikasih juga disana”

Ternyata, alat ini memang fungsinya luar biasa. Setiap barang yang diambil di pasar swalayan, tentunya memiliki barcode tersendiri, yang nantinya akan di scan di kasir untuk dihitung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk berbelanja hari itu. Ternyata alat ini memiliki fungsi:

1)Untuk menscan barcode dari barang yang kita ambil, dan setelahnya barang bisa langsung diletakkan dalam plastik atau kantong yang sudah disiapkan sebelumnya dalam kereta belanja.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

2)Alat ini bisa juga berfungsi untuk menghitung total belanja sementara, sehingga kalau saya kurang banyak membawa uang cash, saya bisa mengkalkulasi dimana saya harus berhenti berbelanja.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

3)Fast Track dalam transaksi di kasir. Kita tidak perlu berlama-lama menunggu antrian panjang di kasir, karena barang yang kita beli sudah terbungkus rapi dalam plastik-kantong belanjaan, dan cukup menyerahkan si alat ke kasir and membayar sesuai biaya yang tertera di alat tersebut.

Setahun saya tinggal disini, saya blum tahu apakah di Indonesia hal ini juga sudah diterapkan? Buat saya yang ndeso, fasilitas ini layak untuk diacungi jempol!


Responses

  1. wah baru tahu saya..ck..ck..keren. kalo di swedia, kita memasukkan uang pembayaran ke kotak. terus kembaliannya otomatis keluar, kayak hujan uang receh hehe..
    terus ada lagi, kalo kita memasukkan botol bekas pet/can ke mesin, si mesin ngembalikan uang kita..;p

  2. Berarti saya orang udik yang selanjutnya nih… ga pernah tahu ada fasilitas yang seperti itu. Tapi handy banget… kalo di Indo mungkin masih lama kali kita mengadopsinya…

    Cuma pertanyaanku:
    1. bisa ga barang yang udah di-scan kita kembalikan, karena berubah pikiran (setting masih ada di swalayan itu).
    2. ada tidak kemungkinan untuk berbuat curang… misalnya hanya beberapa barcode yang discan.. sisanya langsung tilep… hehehehe

  3. Hahaha, Mas Bakh, sepertinya itu bedanya orang Inggris dan Orang Indonesia. Selalu ada celah untuk berbuat curang😛. Saya juga sempet kepikiran begitu lho, hahahahah.

    Soal pertanyaan pertama, pada saat check out di Kasir, biasanya mereka akan bertanya dulu, ada masalah dengan item and barcode? Saya rasa mereka juga akan bantu kalau ada item yang tidak jadi dibeli untuk di hapus dari list.

    Ono

  4. Wah, Kang, mau dunk diajak2 ke Swedia juga…..

  5. Bisa dibawa pulang nggak? hehehe…
    Di NZ belum ada, di Indo… apa lagi, krn harga di kasir bisa beda dengan harga di rak… bingung deh😀
    doel

  6. lho, aku juga sempat mikir gitu, gimana kalo ada yg curang?

    hehehe, tp emang bagus tuh.

  7. wah saya juga termasuk org udik yg kesekian….boljug tuh tapi klo diterapin di indonesia mungkin di perlukan kejujuran tingkat tinggi kali yach…

  8. hahaaa, seru juga kalo ada begini2 di Indonesia. tapi boro2.. bisa tekor yg punya toko, pasti tu barcode cepet ilang karena pada dibawa pulang smua. hehe..😀

    btw, Loyalty Card.. Kartu Kesetiaan?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: