Posted by: katakataono | September 1, 2007

mobile phone – telepon genggam – hape?

Ditimpuk dengan batu memang tidak ada bandingannya. Dulu saya pernah ditimpuk batu saat berjuang mempertahankan jati diri sekolah saya yang diserang oleh sekolah lain. Pernah juga ditimpuk batu oleh seorang anak iseng dari bawah saat saya sedang hampir mencapai anak tangga paling atas di Masjid Agung Al Azhar Jakarta.

Tapi kalau saat ini saya ditimpuk dengan telepon genggam, wah rasanya pasti bukan senang saja, benjol akan saya anggap anugerah karena dapet benda wajib dibawa setiap hari. Dengan benda ini, saya mudah dihubungi dan dicek keberadaannya kapan saja dimana saja. Sayang timpukan yang diberikan Dian tanggal 16 Agustus lalu bukan mobile phone betulan. Tapi saya senang dapet timpukan ini, meskipun reaksinya lambat ya.

Saat ini saya menggenggam SE K800i. Entah telepon keberapa yang saya miliki, mengingat saya termasuk orang yang cukup ceroboh dalam menjaga benda yang satu ini. Selain itu juga, beberapa kali saya sial untuk bisa mejaga dia tetap berada dalam pangkuan saya. Seingat saya, sudah 3x saya kecopetan benda ini. Sudah beberapa kali kehilangan karena lupa atau tidak sengaja terjatuh. Dan ajaibnya, beberapa mobile terlalu cinta sama saya, sehingga disaat sudah jatuh ke tangan orang lain, ada jalan untuk kembali ke pangkuan saya lagi.

Saya percaya mobile yang saya miliki canggih punya. Menurut panduan, ada fasilitas 3G didalamnya. Entah apa fungsi dari 3G ini, yang pasti saya cukup senang karena dengannya saya bisa menghubungi kawan dan keluarga saya kapan saja, termasuk mengirimkan pesan singkat di saat-saat saya rindu menjadi petualang sendiri di negara orang.


Wallpaper
saya biarkan seperti aslinya saat saya menerima mobile ini pertama kalinya. Disediakan dari awal oleh sang provider seperti berasa dalam air karena berwarna biru jernih dan ada buih-buih udara melayang di sebelah kiri layar.


SMS terakhir
saya terima dari Nina Tamam yang mengabarkan kalau dia ada di Amsterdam hingga tanggal 5 Oktober. Sejatinya, kalau saya masih berada di European Mainland hingga hari ini, saya bisa bertemu dengannya dan berkeliling menjelajah terutama untuk kepentingan menambah portfolio foto koleksi pribadi. Hahahah….

Tentunya, dengan adanya perbedaan waktu antara Indonesia dan Inggris, saya tetap membiarkan mobile dalam kondisi ON agar informasi-informasi penting dari manapun bisa saya terima kapan saja. Karenanya, saya termasuk yang rajin menCHARGE kapan saja, tidak terlalu peduli dengan masa hidup battery. Demi menjaga agar si mobile tetap ON anytime.


Responses

  1. Salut! Cara menjawab PeeR yang beda dengan yang lain…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: