Posted by: katakataono | June 24, 2007

Belajar Dari Polisi Inggris, Sebuah Catatan untuk Polisi Indonesia

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Bukan merupakan pengalaman yang menyenangkan kalau saya mengalami kehilangan dua (2) kali telepon selular dalam waktu hanya dua minggu saja. Kehilangan pertama adalah karena kecerobohan saya sendiri yang barangkali sang telepon seluler merasa sudah tidak betah bersembunyi didalam kantong celana, sehingga keluar dan menghirup udara bebas. Sementara kehilangan kedua adalah ketika saya sedang berjalan sendiri sekitar pukul 11 malam, di city centre dalam sebuah percakapan yang cukup seru dengan seorang kawan, tiba-tiba segerombolan orang berkulit hitam berlari dan merampas telepon yang sedang saya pergunakan itu. Ah, barangkali mereka belum pernah melihat yang namanya telepon genggam, atau sudah lama mengidam-idamkan memilikinya. Kasihan sekali, hidup di negara yang mengaku tingkat kesejahteraan penduduknya tinggi, tapi masih saja ada orang-orang yang kurang sejahtera sehingga harus mengambil dengan cara-cara yang tidak legal.

Namun bukan itu esensi dari cerita yang ingin saya sampaikan. Sebuah pengalaman berharga yang saya rasakan setelah itu, membuat saya merasa perlu untuk menuliskan opini atas apa yang saya alami. Kejadian kedua yang sudah saya jelaskan diatas, memaksa saya untuk melapor ke Polisi malam hari itu. Setelah menceritakan singkat kejadian yang saya alami dan mencatat data diri saya melalui hubungan dari short number 999, penerima telepon meminta saya untuk menunggu karena mereka akah menghubungi saya kembali.

Belum sampai lima (5) menit setelah saya menutup telepon, dua (2) orang petugas polisi mendatangi flat tempat kawan saya tinggal (flat terdekat dari TKP). Mereka mencoba bersimpati dengan apa yang saya alami dan meminta saya untuk kembali menceritakan kejadian yang baru saja saya alami. Setelah kurang lebih lima menit saya bercerita, mereka meminta saya untuk ikut bersama mereka, menunjukkan tempat kejadian saya kehilangan telepon genggam. Dengan mobil patroli mereka membawa saya ke tempat dimana saya kehilangan telepon genggam.

Perjalanan dari flat kawan saya ke tempat kejadian perkara hanya butuh waktu 2 menit. Saya tunjukkan kepada mereka di titik kira-kira telepon genggam saya dirampas. Setelah menceritakan prosesi kejadian di TKP, kami bersama-sama menuju ke kantor polisi untuk dimintai keterangan tentang apa yang terjadi.

Sesampainya disana, kami masuk kedalam sebuah ruangan, dan saya diminta untuk menuliskan secara detail kejadian perampasan telepon genggam, dan mereka mendampingi saya dengan sabar membantu menjawab segala pertanyaan yang saya ajukan mengenai formulir yang harus saya isi.

Perlakuan polisi Inggris kepada saya sungguh luar biasa. Sebagai pengayom masyarakat, mereka memperlakukan saya dengan sangat baik. Penuh empati, tidak menyudutkan atau mempersalahkan tindakan saya melakukan pembicaraan di malam hari, dan bagaimana mereka melayani saya pada malam hari itu, membuat perasaan shock yang saya alami perlahan-lahan berubah menjadi sebuah kekaguman.

Saya sering mendengar tentang bagaimana polisi Indonesia memperlakukan seorang korban yang dengan itikad baik melaporkan kejadian yang dialaminya. Seorang kawan bahkan menceritakan bagaimana dia merasa disudutkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh polisi kepada korban, dan merasa dipersalahkan karena tidak berhati-hati dengan barang yang dimilikinya. Atau bagaimana cerita seorang mantan tertanggung dari kantor lama saya, mengurus surat kehilangan kendaraan bermotor di kepolisian, yang memerlukan energi luar biasa, dalam proses yang berbelit-belit dan dimintai sejumlah angka tertentu sebagai balas jasa untuk sebuah surat keterangan.

Tulisan ini adalah refleksi pengalaman saya dalam membandingkan stigma yang selama ini melekat di kepala saya tentang Kepolisian Indonesia, dengan pengalaman saya dilayani polisi Inggris. Dan saya tidak menyatakan kalau semua polisi Indonesia memperlakukan masyarakat dengan kurang baik, akan tetapi semoga pengalaman saya ini bisa menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang “dianggap” mayoritas kawan saya masih jauh dari standard.

Baru saja saya menerima telepon dari Polisi yang membantu saya kemarin, dan menyatakan status laporan saya yang sedang di proses, menanyakan keadaan saya, dan memohon saya untuk bersabar semoga pelakunya bisa terlacak. Walaupun saya pesimis telepon genggam itu bisa kembali ke tangan saya, namun secara terbuka saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Officer Smith and Officer Gilberth yang membantu saya malam hari itu.


Responses

  1. Waduh… turut berduka cita ddeh atas hilangnya Hp mas Ono… semoga dapat yang baru lagi… harus yakin ya Mas.. kalo dibalik kehilangan itu… pasti akan menemukan sesuatu yang juga berharga… meski kadang kita tidak menyadarinya…

  2. I am so glad you enjoyed my post on the Thousand Islands. We are loving living in Jakarta and want to share the unusual beauty of Indonesia.

  3. No…
    kok ilang lagi?
    baru juga gue mau minta nomer loe yang baru! huhuhu…..

    kasih tau ya, nomermu!

  4. pastinya.. semua pelayanan polisi Inggris itu akan terbantu dengan bahasa Inggris kita yg baik.

    Can’t imagine that I should explain about the incident in English.

    I could sweating! Hahaha…

  5. Memang seharusnya polisi di sini belajar seperti polisi di sana.. dan rasanya tidak hanya polisi tapi semua yg orang yang berinteraksi langsung dengan customer🙂 Sudah ketemu hp-nya? Kalau di sini, kehilangan hp biasanya diikhlaskan saja🙂 Moga2 dpt pengganti yg lebih ok.

  6. polisi sana emang TOP deh..tapi dulu waktu tinggal disana jaman 2001 abis 9/11 sempat juga mengalami diskriminasi, tapi ga macam2 soalnya masih 16 tahun


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: