Posted by: katakataono | April 15, 2007

Resiko Terkenal

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Biarpun di Inggris saya tidak mendengar istilah infotainment seperti yang marak di televisi Indonesia, namun ada satu berita yang menarik perhatian saya belakangan yakni putusnya kisah kasih asmara antara Pangeran William dan Kate Middleton. Sebenarnya saya hanya menganggap angin lalu berita ini, hingga selama dua hari penuh berita ini terus menerus diulang sebagai headline baik di radio maupun di televisi. Yang membedakan adalah, justru televisi sekaliber BBC yang isinya melulu soal Irak dan Politik, kali ini tererosi dengan berita cinta. Sebuah hal yang funny menurut saya, karena sampai perlu menganalisa perpisahan ini dari beberapa sudut pandang.

Memang, yang berpisah bukan sembarangan orang seperti yang terjadi di Indonesia. Dia pewaris tahta kerajaan, yang tindak tanduknya bukan hanya menjadi perhatian Inggris semata, tapi juga perhatian internasional. Hanya saja, ada satu opini di radio yang bilang kalau media yang menciptakan tekanan yang luar biasa terhadap pasangan ini, sehingga akhirnya salah pihak menyerah dengan situasi ini.

Contoh simple adalah, perhatian media terhadap apa yang dikerjakan calon ratu ini. Ketika seorang calon ratu lulus dari universitas dan bekerja di suatu perusahaan, semua orang akan bertanya-tanya.

Pekerjaan seperti apa yang calon ratu kerjakan?
Berapa gaji yang dia terima?
Bagaimana prospek karirnya?
Bagaimana kinerja sang calon ratu?
Apa pakaian yang dia kenakan?

Tanda bagaimana manusia sangat “usil” dan mengkaitkan antara status sosialnya di masyarakat dengan bagaimana seharusnya dia berperilaku. Bahkan makanan yang dia santap pun turut menjadi perhatian. Saya membayangkan akan sulit buat seorang Kate Middleton kalau tidak berhati-hati memilih suatu profesi. Akan menjadi pertanyaan, jika seorang Ratu misalnya bekerja sebagai seorang pegawai biasa di sebuah perusahaan swasta misalnya. Bagaimana juga kalau dia hanya duduk dirumah, dan tidak mengerjakan apa-apa?

Ada sebuah shoot yang diambil ketika seorang Kate berjalan keluar dari rumahnya di suatu sudut London menuju ke mobilnya untuk bekerja di pagi hari, dengan diiringi kurang lebih puluhan fotografer yang mengabadikan perjalanannya sepanjang jalan. Apa yang dia rasakan ketika itu? Bayangan privilage seorang putri cantik yang tinggal di istana dan terpenuhi semua kebuthannya dengan mudah pudar karena sulitnya bergerak sebagai seorang manusia normal

Menjadi terkenal, atau tidak sengaja terkenal karena memacari seorang terkenal memang ada resikonya. Berbicara mengenai tekanan, tentu saja menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Sebagai seorang yang terkenal, anda dituntut oleh publik agar tidak punya cacat sedikitpun, terutama dalam berbuat dan bertingkah laku di masyarakat. Persepsi tentang kesempurnaan dari seorang public figure tertanam jelas di benak setiap pengagumnya. Sehingga, salah sedikit anda melangkah, bisa jadi dalam sekejab anda sudah ditinggalkan oleh penggemar.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Tapi banyak orang yang berjuang mati-matian untuk menjadi terkenal. Sebut saja, ajang adu bakat yang saat ini masih tetap hip. American Idol salah satu contohnya. Ribuan orang rela menunggu dan antri berjam-jam untuk bisa di audisi oleh 3 orang juri dalam jangka waktu kurang dari 5 menit, yang hasilnya bisa merubah nasib anda selamanya. Tapi tunggu dulu, setelah lolos, nasib anda masih akan terus bergantung pada pilihan sms yang dikirimkan oleh publik. Kecaman bahkan datang dari publik kalau anda tidak bisa memenuhi harapan mereka.

Anda sulit bergerak bebas dan kemanapun anda bergerak semua mata tertuju pada anda. Saya jadi teringat ketika seorang penyiar radio, presenter sekaligus drummer band terkenal di Indonesia datang ke Birmingham, dan bersyukur. Tidak ada satu orang pun yang mengenalinya berjalan bebas di kota, dan dengan santainya berbelanja tanpa harus berbasa-basi menjawab pertanyaan dari penggemarnya.

Masih minat jadi orang terkenal?


Responses

  1. Kalo aku sih ga pengen lebih terkenal dari sekarang… cukup lah… di kenal di antara teman dan keluarga… hehehe

    Btw.. jadi penyiar itu juga imbasnya jadi terkenal juga kan??? Jadi ingat Indi Barends.. Muthia Kasim… etc… Kalo Ono udah ngetop dong… jakarta sih lewat… hehehehe

  2. Jadi terkenal? Been there before. Hueueue… Susah, everybody knows me!

  3. Kalau terkenal di antara 10 orang saja sih mau… kalau lebih dari itu.. tangan, kaki, mata dan kuping saya cuma dua… apalagi mulut cuma satu… nggak bakalan tahan mental nih…😀
    doel

  4. nggak..

    kalau disuruh memilih terkenal atau kaya tentu saja lebih enak jadi orang kaya+sukses.

    tapi kalau tidak kesampaian juga yaa

    cukup jadi orang yang bahagia lahiriah dan duniawi..

    punya istri dan anak yang soleh dan keluarga yang sakinah mawadah…dan bercukupan semua kebutuhan sehari hari..amin

    -thx-

  5. emang sih… makannya gw heran ama orang2 yang pengen/ngotot banget harus jadi terkenal. i find that sort of pathetic. and the thing is, they’re in for the privileges and underestimate the shit you might have to put up with… until it really happens and you realize how much of a big deal it is.

    Jadi kita2 yang manusia jelata nih, sebaiknya mensyukuri privacy yang masih milik kita ini…

  6. saya pengen terkenal di dunia maya ajaaaaah😀

  7. dari kecil ga pernah pengen jadi terkenal.. ga tau kenapa..

    tapi kadang2 jadi terkenal sendiri. gimana yah. *garuk2 kepala*

    wahahaha

  8. Jadi orang baik2 aja dehh .., maksudnya terkenal karna kebaikannya hehehe ..jadi orang terkenal punya tanggung jawab yg super2 berat lho karna smua yg kita lakukan pastinya di lihat orang banyak. Begini salah ,begitu salah kita ga bebas mau kemana mana ..tapi bagaimana bila sdh di takdirkan terkenal oleh sang KHALIK..wah wah itu harus pandai2 membawa diri , rendah hati dan yang pasti harus menampilkan ahlak dan kepribadian yang baik sehingga bisa memberikan contoh dan inspirasi , jadi pilih orang baik2 aja dehh tapi berhasil hehehe😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: