Posted by: katakataono | April 5, 2007

Iran harus bangga

Menarik juga mengamati apa yang terjadi di televisi hari ini, bahwa Iran baru saja membebaskan 15 orang tentara Inggris yang berpatroli melanggar batas wilayahnya. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dengan senyum berdialog dengan mereka, dan menyebut pembebasan ini sebagai hadiah bagi rakyat dan pemerintah Inggris sebagai bagian dari perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Detik saya melihat hal tersebut di televisi, saya merasa bangga dengan beliau. Menurut saya itulah bentuk kearifan seorang pemimpin dari negara Muslim yang dengan bijaksana memberikan pembebasan, seharusnya pemerintah Inggris malu akan hal ini. Ke-15 tentara ini ditahan oleh sebuah Iran, sebagai akibat dari kesalahan melanggar kedaulatan. Yang membuat saya terkesan, adalah pengakuan mereka yang ditahan, bahwa mereka diperlakukan dengan baik seperti layaknya seorang manusia.

“I would like to thank yourself and the Iranian people,” said one.

“Your people have been very kind to us and I appreciate that very much,” said another.

President Ahmadinejad wished “good luck” to the Britons who had been detained for 13 days, at a ceremony in Tehran to mark their release.

He smiled, joking with one Briton: “How are you?… So you came on a mandatory vacation.”

(dikutip dari situs BBC)

Dalam teori komunikasi massa, mungkin yang dilakukan Presiden Iran adalah bentuk pencitraan positif dirinya sebagai kepala negara di dunia Internasional. Menurut saya, Iran dan ummat Muslim haruslah bangga terhadap tindakan beliau. Memang betul ini adalah sebuah bentuk pencitraan positif dari sebuah kepala negara, akan tetapi sebagai sesama Muslim, pembebasan dan perlakuan baik Iran terhadap ke-15 tentara Inggris, adalah bukti nyata kalau Islam cinta damai, dan memilih menggunakan cara-cara santun dibanding kekerasan dengan perang dan kekerasan dalam mencapai tujuan politiknya. Iran tidak menggunakan momen ini, untuk menekan Inggris dan negara-negara barat sebagai alat untuk menghindari sanksi PBB misalnya. Hal ini dilakukan tanpa ada deal-deal apapun dibaliknya. Sebuah cara diplomasi yang cantik dan santun menurut saya.

Media-media disini melihat hal tersebut sebagai sebuah tamparan bagi diplomasi Inggris. Saya memang bukan pengamat masalah internasional yang mendalami teori-teori sebuah hubungan internasional, akan tetapi dari kasus ini saya melihat kalau pemerintah Inggris lebih senang menggalang kekuatan internasional melalui alat PBB dan EU daripada mengusahakan secara langsung bernegosiasi kepada pemerintah Iran. Walaupun pemerintah Inggris sendiri menyatakan kalau segala usaha telah dilakukan untuk mengusahakan pembebasan ke-15 tentaranya tersebut.

Yang menarik adalah, saya menyadari betul bahwa media memang berpihak. Tapi itu bisa dipahami karena saya tinggal di negara yang terkait dengan penahanan tersebut. Banyak media yang menganggap pembebasan ini adalah cara Iran untuk menarik simpati internasional terutama terkait dengan sanksi yang diberikan PBB, atau lebih tepatnya Amerika Serikat dalam apa yang disebut sebagai program senjata nuklir. Salah satu koran lokal bahkan dalam sub heading di halaman utamanya menyatakan “Evil President” (dalam hal ini Presiden Iran) Membuat Inggris Malu. Menurut saya tidak wajar ketika Iran menahan pihak-pihak yang melanggar wilayah kedaulatannya, dan dipersalahkan karena tindakannya itu.

Sebelum dibebaskan, ketika video beberapa dari tahanan sempat beredar dan menyatakan kalau mereka diperlakukan dengan baik dan mengaku bahwa mereka melanggar wilayah kedaulatan Iran, beberapa pihak di Inggris berasumsi kalau mereka menyatakan hal tersebut dalam sebuah tekanan hanya untuk memberikan kesan yang positif tentang Iran dan Islam. Ada hal yang cukup saya sesali dari pemberitaan mengenai hal ini, adalah mengapa banyak media mengkaitkan kejadian ini, dengan issue terorisme, Islam dan kekuasaan sebuah negara. Sangatlah aneh, ketika sebuah negara yang berdaulat, melakukan hal-hal yang mempertahankan kedaulatannya, namun dikaitkan dengan issue terorisme dan bentuk ketidakpahaman pemerintah negara Islam atas tindakan yang dilakukan PBB terhadap Irak.


Responses

  1. a good lesson indeed. mungkin sikap arif semacam ini lah yang perlu dipelajari dan dipraktekkan oleh pejabat negri ini. hehehe… sok bijaksana gituh😀

    soal keberpihakan media barat? hehehe… lagu lama, mas🙂

  2. iya, suka rindu ya sama pemimpin yang kepalanya tegak di depan pemimpin negara lain ;(
    gimana springnya mas ono?

  3. Selaku muslim gue jelas bangga atas sikap pemimpin kayak pak Ahmadinejad itu, bikin kaum muslim punya harga diri. Menghadapi kekerasan dengan anggun dan bijaksana (tsaahh…).

    Soal media barat, aahhh cuekin aja, bosen… Orang sirik emang kayak gitu tuh…

    Eh iya, salam kenal. Itu SB-nya kenapa ngambek begitu?🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: