Posted by: katakataono | January 24, 2007

Snow Enthusiasm

Photobucket - Video and Image Hosting

Sebelum menginjakkan kaki di negara ini, udara dingin adalah masalah yang besar buat saya. Walaupun, di Jakarta, saya tidak bisa melepaskan diri dari yang namanya air conditioner. Salah satu cintih simpel adalah, masuk ruang siaran dengan suhu 18 derajat sudah cukup membuat saya tersiksa dan beradaptasi dengan selalu mengenakan jaket. Dulu saya membayangkan, apa jadinya hidup di negara yang suhunya bisa mencapai dibawah 10 derajat.

Merasakan udara dingin di kota Birmingham mungkin merupakan hal yang lumrah. Saya merasakan betul perubahan suhu, mulai dari kisaran 17 derajat pada saat pertama kali saya datang, lalu perlahan lahan angka itu terus menerus turun. Mulai dari memakai 1 jaket, bertambah dengan syal, lalu sarung tangan, kemudian jumper, dan terakhir harus menggunakan jacket tebal, karena yang dihadapi disini bukan hanya udara dingin saja, ditambah lagi tiupan angin yang boleh dibilang cukup kencang untuk ukuran saya. Indikatornya? cukup lihat berapa payung yang pernah saya miliki rusak akibat tiupan angin.

Saya pernah sedemikian terkejutnya, ketika suatu pagi bangun dan tahu kalau suhu udara pagi itu mencapai 9 derajat. Saya lebih terkejut, pada saat suatu pagi saya mengetahui kalau suhu saat itu adalah 0 derajat. Apa yang saya lakukan? berlari keluar rumah dan merasakan, seperti apa sih dingin 0 derajat itu?

Singkat kata, saya dan beberapa teman Indonesia, cukup kecewa karena sampai bulan desember berakhir, salju blum juga turun di Birmingham. Padahal, kisaran suhu udara sudah mencapai kira-kira 2-5 derajat celcius. Hingga pada suatu hari, Inggris dilanda angin yang kekuatannya mampu mendorong orang hingga terjatuh dan terseret beberapa meter. Untungnya di kota ini kekuatan angin ini tidak seperti di kota-kota lain, yang bahkan memakan korban jiwa. Namun, angin yang saya rasakan ketika itu, cukup membuat tubuh kawan yang jauh lebih berat dari saya, terdorong sehingga kalau berjalan, jadi lebih cepat.

Tidak berselang beberapa lama, televisi memberitakan potensi salju turun di Inggris berada diatas 40%. Salah seorang kawan bahkan menuliskan di status messengernya “…..salju, datanglah”. Inilah nasib orang-orang yang berasal dari negara tropis, dimana salju, merupakan benda mahal yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya.

Perbincangan saya dengan kawan dari negara yang memiliki 4 musim dan bilang kalau salju tidak membuat keadaan kota menjadi lebih menyenangkan, tidak menyurutkan antusiasme saya menunggunya. Norak? mungkin itulah gambaran tepat tentang hubungan saya dengan salju….Tapi saya tidak sendirian. Kawan-kawan dari Afrika, dan terutama Asia Tenggara memiliki perasaan yang sama soal salju. Kami semua belum pernah merasakannya, sehingga belakangan di setiap perbincangan, kami selalu berharap agar emas putih itu segera turun dari langit dan menutupi kota ini.

Hingga suatu saat menjelang tengah malam, telepon genggam saya berbunyi dan sebuah pesan singkat masuk dalam inbox, yang isinya:

It is snowing! I’m going outside! Yeah!!!

From : BIT Blanche
Recieved: 23:36:12
23-01-2007

Blanche sahabat saya dari Trinidad and Tobago, sebuah negara pulau di Afrika, yang mengabarkan pertama kali salju datang di Birmingham. Setelah membaca pesan singkat itu, tanpa menggunakan jaket hanya pakaian tidur seadanya, saya segera berlari keluar kamar, berjalan menyusuri koridor, keluar flat, turun menggunakan lift dari lantai 4 ke lantai dasar, dan begitu saya membuka pintu…….

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup saya, dengan mata dan kepala saya sendiri, butiran-butiran putih lembut seperti kapas dalam jumlah yang banyak, turun dari langit dalam kegelapan malam, dan bagi saya, ini adalah pemandangan terindah yang pernah saya rasakan sepanjang bulan januari ini. Butiran itu turun, menerpa wajah dan tubuh saya, membuat lupa akan dinginnya udara Birmingham yang malam ini mencapai angka -4 derajat celcius. Sekitar 5 menit saya berada diluar gedung tempat tinggal saya, sendiri dalam gelap, merasakan senang akhirnya yang ditunggu telah datang.Melalui chatting saya juga tahu, kalau di tempat lain, banyak mahasiswa dari negara2 dengan matahari yang menyala-nyala kelluar malam itu, dan seperti saya, merasakan terpaan salju itu menyentuh tubuh mereka.

Esok pagi, saya terbangun dan mendapati salju telah mencair. Kubangan air yang biasa saya lihat didepan gedung Canalside masih membeku. Yang juga menakjubkan adalah kolam air mancur kecil didekat kampus, membeku bagian teratasnya. Sebelum berangkat ke kampus, saya melihat berita di televisi, kalau malam ini, salju turun di seluruh penjuru Inggris, dan beberapa kota bahkan beruntung diselimuti salju cukup tebal.

Walaupun pagi ini harapan saya pupus belum bisa melihat kota diselimuti salju, tapi saya merasa beruntung bisa merasakan untuk pertama kalinya emas putih turun di kota Birmingham tadi malam.

Inginnya sih seperti ini…
Photobucket - Video and Image Hosting


Responses

  1. Nikmati ya… karena tahun depan bakalan ada lagi… Tapi hati2 kalau sudah jadi es, bisa buat terpeleset🙂
    Saya paling suka suasana saat turun salju…
    doel

  2. merinding neh baca tulisannya, bukan karena serem, tapi karena merasakan hal yang sama…pengen banget ngerasain salju…en jadi membayangkan, gimana ya klo ntar kesampaian… ^_^

    hope my dreams come true…

    thanks atas sharingnya
    vestia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: