Posted by: katakataono | November 11, 2004

Nikah lagi…nikah lagi….

Dalam seminggu, ada 5 berita pernikahan yang gue denger akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Kenapa semua orang ingin menikah ya??atau karena gue yang ketinggalan aja, karena memang sudah waktunya? wah pertanyaan yang akan sulit dijawab dan menimbulkan perdebatan yang gak akan habis. Kenapa? karena relatif buat setiap orang? gitu kali ngelesnya ya?

BTW, siapa lagi yang akan menikah setelah Merry, Tanty, SNA, dan seorang yang belum mau disebutkan namanya itu??

Dia adalah Stafianita Kristiana Dewi Kusumawati. Panjang banget yah namanya?? Dia boleh dibilang sahabat dan saudara. Sahabat karena kami memang berkawan sejak kelas 2 SMP di kota Pontianak, kota yang mempertemukan kami, dan kebetulan pernah satu kelas di kelas 2-A. Saudara karena sepupu nyokap menikah dengan paman dari ibundanya Ita (jadi sebenernya agak jauh ya sodaraannya?). Kami sama-sama meninggalkan dari kota Pontianak ketika akan naik ke kelas 3 SMP. Dia melanjutkan di kota Solo, sementara gue ke Jakarta.

Tentunya banyak banget cerita tentang bagaimana kedekatan gue dengan dia. Salah satu yang mungkin paling berkesan buat gue adalah, waktu SMA gue pernah main2 ke SOLO dan menginap dirumahnya bareng2 kakek, dan kami saling membantu satu sama lain pada saat menjalani OPT di kampus yang sama, yakni FISIP UI.

Bulan depan Ita akan menikah! Padahal pertanyaan yang gue ajukan terakhir kali pada saat kami berkomunikasi lewat telp adalah pertanyaan iseng yang gue berpikir tidak ada jawabannya. Pertanyaan asal bunyi alias “asbun” yang kemudian jawabannya malah mengejutkan gue yang bertanya. Pertanyaan itu adalah “jadi nih januari 2005??”. Jawaban polos yang keluar dari mulutnya adalah “Iya… tanggal 8 di puri Halim..”. Lho lho lho…..berusaha untuk tetap sok cool meskipun kaget, akhirnya kami jadi ngobrol panjang tentang pernikahannya yang menurutnya gak lama persiapannya itu.

Intinya gue pengen Ita selalu ingat, Pasangan dengan tulus saling mencintai tidak luput dari pertengkaran dan perbedaan pendapat. Sejumlah konflik pernikahan tidak dapat dihindarkan bahkan dalam pernikahan yang penuh kasih sekalipun. Tetapi bagaimanapun juga ada perbedaan antara pertengkaran yang sehat dengan yang tidak sehat, suami istri akan tetap berfokus pada masalah yang menjadi penyebab terjadi ketidaksepakatan itu dan tidak menimpahkan kemarahan kepada pribadi pasangannya, sehingga mereka dapat menyelesaikan persoalan mereka dengan kompromi dan negosiasi. Seorang ahli pernah berpendapat, kalau konsep umum yang keliru mengenai arti cinta sejati adalah bahwa cinta itu dapat berdiri kokoh mengatasi segala masalah. Sesunggunya cinta sangat rentan terhadap penderitaan dan trauma, juga seling kali goyah ketika diserang badai kehidupan. Tapi kalo udah cinta, lebih banyak hati yang berbicara, ya kan??

Setelah Ita, siapa lagi yang bakalan bikin kejutan buat gue neh???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: