Posted by: katakataono | November 11, 2004

Fit and Proper Test

Istilah ini sering banget terdengar belakangan ini. Apalagi, pada saat menjelang penunjukan menteri-menteri yang duduk di kabinet Indonesia Bersatu. Entahlah apa definisi yang sebenarnya dari kata-kata itu, yang pasti kalo seseorang punya kuasa untuk memilih orang yang pas untuk menduduki suatu posisi, maka dia punya wewenang untuk melakukan Fit and Proper test. Padahal kalau dipikir2 apa bedanya sama interview kerja kalo kita mau masuk dalam suatu institusi? Kayanya istilah ini digunakan supaya terdengar lebih keren dimata orang awam dibandingkan hanya menggunakan istilah interview atau wawancara.

Tapi apapun perdebatan tentang arti kata itu, yang pasti hari ini, gue di fit and proper oleh seseorang yang gak akan kepikiran untuk menghubungi gue hari ini. Seorang Bpk.Zulchaibar Kepala Divisi Pemasaran Khusus di kantor, secara khusus menghubungi gue hari ini. Membuka percakapan di telp dengan:

Z : “Ono, you siaran di radio apa??”

O: “I-Radio, hmmm ini siapa yah?”

Z: “You kalo siaran hari apa aja??”

O: “Bulan ini senin jumat pak??Sebentar ini pak Zul ya??”

Suara yang khas dengan dialek Minang sangat melekat di benak gue ketika dia memberikan materi pada saat Pre Entry Jasindo beberapa waktu lalu di Cisarua, perkenalan yang membawa gue mengenal beliau lebih jauh pada saat beliau menebak:

“Ini anak mirip sekali dengan Pak Dedy ini, kamu anaknya ya??”.

Sejak itu beliau selalu memanggil gue dengan “Pak Dedy”.

Kembali ke pembicaraan telepon dengan beliau hari ini, setelah basa-basi beberapa kata, beliau mengutarakan maksudnya:

Z: “Iya begini, ini baru wacana, karena kawanmu Andre akan ditarik sama KC.Bandung Ritel, maka saya ingin kamu yang jadi penggantinya Andre, kamu mau gak? Kamu senang gak di CAC??”

Wah-wah suatu tawaran yang gue anggap seperti kejatuhan duren, karena dalam benak gue, dia adalah sosok boss yang ideal, baik,dekat dan dicintai anak buahnya, supel, pekerja keras. Beliau adalah sosok yang sangat dibangga-banggain sama Alm. Suharto Ridwan, sebagai sosok yang paling berhasil di angkatan mereka. Selain itu, gue merasa keberadaan gue di bidang kerjaan yang sekarang tidak membuat gue berkembang. Tentu saja gue mengiyakan tawaran itu, meskipun kepastiannya belum ada, tapi paling tidak, terasa seperti oase di tengah teriknya padang pasir. Apalagi, perjalanan untuk terus masuk ke Deplu harus terhenti di babak ke 3, sehingga, seperti ada secercah harapan untuk membangun semangat bekerja yang belakangan ini pudar.

Mudah-mudahan saja tawaran ini bukan hanya sekedar wacana ya?



Amien


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: