Posted by: katakataono | October 4, 2004

Selamat Menempuh Hidup Baru





Mbak Tia adalah sahabat kecilku waktu besar di kota Surabaya. Umur kami berdua sih beda jauh, dia angkatan 94, gue angkatan 98. Tapi karena orang tua kami bekerja di perusahaan yang sama, dan punya hobby yang sama, JALAN JALAN, maka kita kecil jadi dekat sekali. Kedua keluarga udah bukan kaya temen lagi, melainkan saudara. Makanya ketika mbak cantikku yang satu ini punya rencana menikah dengan Mas Firman tahun lalu, wah exited banget dengernya. Akhirnya pernikahan direncanakan jatuh tanggal 25 September. Cuman, karena jadwal AA Gym yang akan memberikan khotbah nikah luar biasa padat, maka akhirnya diundur jadi tanggal 2 Oktober. Berhubung bokap dan nyokap berhalangan hadir tanggal itu, secara nikahnya juga agak jauh di Bandung, tepatnya di Masjid Daarut Tauhid, maka gue yang mewakili keluarga untuk dateng kesana.

Yang membuat pernikahan ini spesial tentu saja karena kehadiran Dai Kondang AA Gym disana. Tepat jam 08.30 prosesi akad nikah dimulai. Saat MC membuka acara, gue bertanya tanya, katanya ada AA Gym kok blom dateng ya?? Tiba-tiba kucuk-kucuk datang tanpa ada persiapan dan penjagaan apapun Aa dan duduk berbaur diantara orang yang hadir pada acara pagi itu. Seperti biasa, penampilan dan sosoknya memancarkan kesederhanaan. Baru kali ini gue duduk sedekat ini dengan beliau.

Acara berlangsung diawali dengan pembacaan ayat suci AL Quran yang dilanjutkan dengan khotbah nikah oleh Aa. Barulah beliau maju ke meja tempat mempelai ijab kabul, dan kehadirannya akhirnya disadari oleh semua yang hadir. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan ijab yang sempat diulang oleh Mas Firman, mungkin karena grogi yah Mas? Maklum juga, Mas Firman ini adalah seorang mualaf.

Setelah pembacaan ijab dan prosesinya selesai, lanjut dengan foto2 dengan Aa tentunya. Lihat, Mbak Tia cantik banget ya berdampingan dengan Aa….

Yang menarik adalah, begitu acara selesai, yang dikerubungin *istilah lainnya apa ya?kok seperti lalat* tentu saja sang bintang, bukan mempelai, tapi sang Dai. Hampir semua orang berebut berfoto bareng dan bersalaman dengan Aa. Yang namanya kamera dan HP berkamera tak henti2 mengabadikan sosoknya. Sampai Aa harus berlari2 dengan gaya yang lucu tentunya, untuk lepas dari kerumunan keluarga yang dateng acara di masjid. Tapi perburuan tidak berhenti sampai disitu. Begitu Aa keluar dari masjid, dan mengendarai sepedanya, beliau masih harus melayani permintaan penggemarnya yang melihat sosoknya ada di jalan Gegar Kalong itu. Dengan tetap tersenyum ramah, Aa melayani permintaan penggemar *atau Ummatnya?*

Namun ketika kerumunan orang yang berkumpul semakin banyak, untuk sekedar menyapa dan bersalaman, alhasil jalan jadi sedikit tersendat. Akhirnya dikayuhkan sepedanya itu melepaskan dari dari kerumuman orang yang mengagumi sosoknya itu.

Sebuah cerita sisi lain dari prosesi pernikahan…..

Buat Mbak Tia and Mas Firman, selamat menempuh hidup baru, semoga pernikahan ini menjadi ladang amal untuk dapat mewujudkan impian membangun keluarga yang sakinah…..doain daku segera menyusul ya, meskipun blom tau calonnya siapa ya??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: