Posted by: katakataono | March 3, 2004

Yang Sering Dilupakan

Hari ini ada berita yang menyentak gue! Tadi siang, anak-anak kantor datengin rumahnya Andries. Dia ini adalah salah satu operatornya I Radio. Belakangan ini, dia lagi cuti panjang dari kantor karena keadaannya yang tidak memungkinkan buat kerja. Lagi sering Andries mengeluh sakit karena asma. Sempat beberapa waktu yang lalu Andries masuk rumah sakit Jakarta untuk beberapa hari, dan sudah keluar. Namun, ternyata keadaannya tidak membaik. Akhirnya, setelah masuk beberapa hari, Andries kembali menghilang untuk melakukan perawatan di rumahnya.

Yang membuat gue kaget dan sedih, ternyata keadaannya sekarang malah makin parah. Berdasarkan cerita dari mereka yang menjenguk, Andries kini sudah tidak bisa mengenali teman-teman yang datang. Tidak bisa berbicara, pandangan matanya menerawang, seringkali mengigau tentang kerjaan, tubuhnya mengecil, parah banget. Kalau dari teman-teman bilang, keadaan begitu karena kaluarganya tidak mampu untuk membiayai perawatannya di rumah sakit.

Miris hati ini mendengar cerita itu. Orang yang sangat baik, kooperatif dan dapat diandalkan dalam bekerja, supel dan ramah, dan kritiknya juga membangun untuk memperbaiki kualitas siaran gue.

Kejadian ini mengingatkan gue, kalau nikmat sehat itu luar biasa. Dengan sehat, kita bisa segalanya. Sedikit saja nikmat ini diambil dari kita, rasanya menderita sekali. Harus istirahat, minum obat yang rasanya pasti tidak enak, makan tidak nafsu, tubuh tidak bertenaga, tidur sulit, tergantung sama orang lain dan tidak bisa beraktivitas. Satu hal yang pasti, biaya yang harus dikeluarkan untuk menyembuhkan suatu penyakit sangat besar. Selain biaya, rasanya waktu juga terbuang percuma karena kita hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.

Kita sering kali lupa, kalau sehat itu mahal harganya. Coba saja kita lihat gejala yang sedang melanda masyarakat. Demam Berdarah yang sudah menyebar kemana-mana. Bahkan hari ini gue mendengar, kalau saking banyaknya penderita DBD, gudang sebuah RS dipergunakan untuk merawat pasien. Bisa dibayangin, gimana rasanya dalam keadaan sakit parah, kita terpaksa dirawat ditempat yang tidak enak juga. Gudang gitu lho! Sumpek, bau, berdebu, pastinya sirkulasi udaranya juga tidak bagus.

Contoh lain yang terdekat adalah sakitnya ibu dari sahabat terdekat gue. Terpaksa berhenti bekerja, seringkali perilaku dan pikirannya tidak dimengerti oleh yang merawatnya, tergantung sama orang lain, lebih banyak melamun, dsb.

Inilah beberapa contoh yang membuat gue hari ini bersyukur pada Allah SWT, bahwa detik ini, gue diberikan satu nikmat yang tidak ternilai harganya, nikmat sehat.

Untuk Andries, dan semua yang sedang menderita sakit, gue doakan, agar bisa kembali dalam keadaan sehat, supaya bisa menceriakan orang-orang disekitarnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: