Posted by: katakataono | February 27, 2004

Hidup Untuk Memilih

Tuhan memang Maha Adil dan Maha Menjawab Doa dari hambanya. Disaat agak kehilangan harapan akan kebutuhan suatu pekerjaan, setelah sekian lama menjadi setengah pengangguran, kini gue dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menentukan buat perjalanan hidup. Berat pasti, tapi inilah kenyataannya. Manusia harus memilih!

Hari rabu minggu lalu, tepatnya tanggal 18, gue menerima 3 panggilan. Dua panggilan kerja, dan satu panggilan untuk menjadi seorang host sebuah acara yang sangat mungkin akan sukses. Tapi dari ketiga panggilan itu, satu harus dikorbankan karena keterbatasan waktu. Alhasil, pilihan paling rasional yang dikorbankan adalah yang menjadi host, karena gue ngerasa kecil kemungkinan untuk diterimanya. Dua yang lain yang gue perjuangkan hari itu adalah menjadi seorang AE disebuah advertising agency yang masih berkembang *kecil maksudnya*, dan seorang researcher disebuah konsultan public relations.

Jujur aja, gue berharap banyak bisa diterima sebagai researcher, karena kesempatan belajar dan penerapan ilmu yang gue punya sangat besar. Namun, sayang ternyata penghargaan yang diterima sebagai seorang peneliti menunjuk angka yang sangat tidak masuk akal, untuk seseorang yang bergelar sarjana S1. Akhirnya dengan sangat berat hati, gue tolak tawaran di PR consultant itu.

Perkembangan berikutnya, gue diberikan kesempatan untuk ikut tahapan selanjutnya di Advertising Agency. Psikotest dibikin pada hari sabtu, tanggal 21 kemarin. Hasilnya, hari rabu gue ditelepon dan dinyatakan lulus psikotest dan diterima sebagai AE ditempat itu.

Yang mengejutkan, dihari yang sama, sore harinya, seseorang dari METRO TV menghubungi dan menjadwalkan interview kamis kemarin. ALAMAK! dillema oh dillema…..! Kesempatan untuk belajar jelas lebih bisa gue dapet di Metro. Tapi kepastian untuk bekerja udah gue dapet sebagai AE.

Kejadian ini mengingatkan gue kembali kemasa lalu. Disaat gue ditawarkan untuk bekerja sebagai pegawai tetap di IRADIO, gue tolak dengan alasan sedang menjalani proses di KOMPAS. Ternyata, KOMPAS gagal, sementara kesempatan IRADIO telah terbang menembus awan.

Tadi siang, setelah beberapa hari ini mencoba berkomunikasi dan memohon petunjuk dari Allah, akhirnya gue berkeputusan untuk *dengan sangaaaaaaaaaaaaaat berat hati* menolak kesempatan untuk menjadi AE, dan mencoba berjuang untuk menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar. Dihari ini juga keluar pengumuman kalau gue masuk dalam tahap selanjutnya sebagai calon pengawai di PT Asuransi Jasindo.

Yang pasti bulan maret nanti jadi bulan yang menentukan buat kehidupan gue, karena proses perjuangan untuk menjadi seorang pegawai disebuah perusahaan masih berjalan. Entah gue akan terdampar dimana, yang pasti inilah saatnya untuk meraih dengan segala usaha dan upaya yang maksimal untuk bisa diterima bekerja. Karena waktu berjalan sangat cepat, sementara setahun setelah lulus gue masih pada keadaan sebagai seorang setengah pengangguran.

Doanya ditunggu yah kawan-kawan yang baca cerita ini, biar kehidupan saya lebih baik tahun ini…….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: