Posted by: katakataono | January 2, 2004

yang tersisa dari malam tahun baru

malam itu, hampir semua orang keluar dari rumahnya. seseorang dengan laju yang stabil, mengarahkan kendaraannya ke arah pinggiran kota. Dia ingin pulang, istirahat, dan tidur nyenyak. Dalam benaknya, malam itu semua orang akan menuju ke pusat kota, karena banyak keriaan dihadirkan untuk menyambut pergantian tahun.

lamunan pengendara mobil itu berubah seketika takkala memasuki sebuah kawasan di pinggiran kota. tidak biasanya jalan seramai ini. Motor, mobil, sepeda, dan kendaraan bak terbuka penuh dengan manusia yang berhimpitan terlihat mengarah ke suatu titik. tak ada tampak wajah-wajah yang sayu dan gundah. Semuanya tersenyum bahagia. Sesekali irama terompet tak berlagu menyeruak diantara deru kendaraan yang berlalu lalang di malam hari itu.

“jam berapa ini?” tanya pengendara dalam hatinya. sayub sayub suara seorang penyiar radio menjawab pertanyaannya. masih 2 jam menjelang pergantian tahun. “tapi mengapa sedemikan banyak orang mengarah menjauh dari pusat kota??”

menjawab keraguannya, pengendara tetap bersikeras untuk melaju mengikuti orang kebanyakan. alhasil, kendaraannya terpaksa berhenti. bukan untuk beristirahat, bukan untuk menepi, tapi karena antrian yang tidak berjalan. TERJEBAK sudah dia ditengah kemacetan. KESAL, BT seperti istilah orang banyak, dia rasakan saat itu. Gue cuman pengen pulang. Di tengah kekesalannya itu, untuk mengisi waktu luangnya, dia mengirimkan sms ke beberapa orang kawannya. tak lama kemudian, telepon genggam berbunyi, dari seorang penyiar sebuah radio, kawan baiknya, menanyakan apa yang direncanakannya di malam tahun baru.

“dasar orang aneh” kata kawan baiknya. Disaat semua orang ingin merayakan tahun baru di tengah keramaian kota, dia malah ingin menyendiri di kamarnya. “mau pulang, TIDUR” jawabnya dengan ketus. Kalau begitu, kita on air dulu yah, ajak si penyiar. Dan pengendara itu mengudarakan apa yang dirasakannya di malam tahun baru itu. terjebak di tengah kemacetan panjang di sebuah sudut kota, tidak mampu berbuat apa-apa, kecuali tersenyum.

detik-detik pergantian tahun pun akhirnya lewat sudah. Dan pengendara itu masih didalam mobilnya. keinginannya untuk tidak menikmati malam di rumah pupus. lambat laun kendaraan bisa berjalan perlahan. semua orang yang merayakan malam tahun baru di suatu sudut kota itu, bubar perlahan. Tidak ada yang istimewa. dan titik kemacetan yang entah berada dimana itu berhasil dilewatinya.

Sialan, coba pulang lebih awal!

*cerita ini gue persembahkan untuk orang-orang yang terjebak kemacetan di malam tahun baru 2004*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: