Posted by: katakataono | June 11, 2003

Selamat Jalan Prof. Selo Soemardjan

Pertama kali mengetahui keberadaan beliau sebagai seorang ilmuwan besar adalah pada saat saya menerima pelajaran SOsiologi di SMU kelas 2. Sejak saat itu, nama beliau seringkali kerap terdengar dalam penjelasan pelajaran, khususnya untuk memahami fenomena kemasyarakatan di Indonesia, baik dalam diskusi ilmiah, dikelas, maupun perbincangan umum. Apalagi, semenjak saya belajar di jurusan Sosiologi, nama itu semakin familiar terdengar. Ada sedikit kekecewaan pada awalnya, karena ternyata beliau tidak mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI tempat saya menimba ilmu. Belakangan, saya baru tahu kalau ternyata dia hengkang dari kampus FISIP UI karena sikapnya tidak menerima Pak Solaeman Soemardi yang seharusnya menjadi dekan FISIP pada waktu itu, tidak diangkat oleh Menteri Pendidikan.

Pengalaman pertama bertatap muka langsung dengan beliau adalah pada saat Pemberian SOsio Award dalam rangka ulang tahun Pak Soelaeman Soemardi. Waktu berlalu, dan satu kebetulan yang tidak diduga, Departemen SOsio dengan Lab Sosio belum lama ini, tepatnya 28 Mei 2003, merayakan ulang tahun beliau yang ke-11 windu atau ke-88. Disana saya mendapat kehormatan untuk menjadi MC dari perayaan ulang tahun beliau. SIapa yang pernah menyangka kalau itulah ulang tahun beliau yang terakhir.

Melalui murid-muridnya saya mengenal pribadi beliau, dari ungkapan pesan dan kesan pada saat acara ini berlangsung. Kesan kesederhanaan dan wibawa sebagai seorang pendidik yang sangat pintar dan terpelajar tertangkap kuat oleh saya pada hari itu. Bahkan diusianya yang demikian tua, beliau masih mampu mengungkapkan pemikiran-pemikirannya terhadap persoalan negara dan bangsa ini. SUngguh suatu dedikasi yang perlu dan harus dicontoh. Saya hanya bisa merasakan torehan karya dan pengabdian beliau melalui mahasiswa-mahasiswinya yang saat ini telah menjadi dosen saya. Bahkan ada satu jokes yang saya ingat hingga saat ini, bahwa yang ada di Indonesia ini adalah bukan hanya sekedar Sosiologi, melainkan Selologi. Ada perasaan bangga ternyata orang yang sedemikian luar biasa itu, kemarin masih berdiri dihadapan saya, dan saya berkesempatan untuk menjadi MC dari acara ulang tahunnya yang terakhir.

Selamat Jalan Pak Selo, meskipun anda tidak mengenal saya, tapi saya dapat menjadi seperti ini, karena ada peran dari Bapak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: